Irjen Pol Angesta Romano Yoyol Resmi Bergelar Datuak Gindo Sati

103

Irjen Pol Angesta Romano Yoyol Datuak Gindo Sati disalami Wako Fadly Amran dan Wawako Asrul usai prosesi melewakan gelar adat.

Irjen. Pol. Drs. Angesta Romano Yoyol, M.M resmi bergelar Datuak Gindo Sati melalui prosesi malewakan gelar adat di kediamannya di Kelurahan Sigando, Kecamatan Padangpanjang Timur, Jumat (13/5).

Putra terbaik kota sejuk Padangpanjang yang merupakan perwira bintang dua kepolisian tersebut, diangkat menjadi salah satu pemimpin kaum Suku Koto Nan Baranam Kanagarian Gunuang. Gelar Datuak Gindo Sati yang disematkan kepada perwira Polri yang akrab disapa Yoyol ini, merupakan hasil musyawarah dan mufakat kaum Suku Koto Nan Baranam.

Turut hadir dalam prosesi itu, Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy, Wali Kota Padangpanjang Fadly Amran Datuak Paduko Malano, Wakil Wali Kota Asrul, Ketua DPRD Mardiansyah, Forkopimda dan sejumlah pejabat Pemko.

Wako Fadly menyampaikan ucapan selamat atas dilewakannya gelar Datuak Gindo Sati kepada perwira tinggi polisi yang merupakan tokoh masyarakat, sekaligus anak kemenakan dari Nagari Gunuang itu.

Baca Juga:  Kasus Penyakit Mulut dan Kuku Belum Ditemukan di Padangpanjang

“Selamat kepada Bapak Yoyol, yang merupakan tokoh masyarakat Kota Padangpanjang. Saat ini beliau di kaumnya didahulukan selangkah, ditinggikan seranting. Semoga menjadi pemimpin kaum yang dapat mengayomi anak kemenakan. Manimbang samo barek, maukua samo panjang,” ungkap Fadly.

Ucapan yang sama juga disampaikan Wawako Asrul, mendoakan Yoyol Datuk Gindo Sati dapat mengemban peran sosial, menjadi contoh bagi kaum, anak dan kemanakan serta masyarakat di kota Serambi Mekkah itu secara umumnya.

“Selamat kepada Bapak Yoyol. Kita tahu bagaimana perjuangan beliau sehingga bisa menjadi seorang perwira polisi. Kini beliau diangkat menjadi Datuak di kaumnya. Beliau adalah salah satu tokoh kebanggaan masyarakat Padangpanjang. Banyak hal yang patut ditiru oleh generasi kita, termasuk di Kaum Koto Nan Baranam,” ucap Asrul. (ava)