Pontren Mu-MAKM Siapkan Strategi PBM Komplit

21
Pondok Pesantren Muhammadiyah (Pontren Mu) Madrasah Aliyyah Khulliyatul Muballighin

Seiring rencana memulai Tahun Pelajaran 2020, Pondok Pesantren Muhammadiyah (Pontren Mu) Madrasah Aliyyah Khulliyatul Muballighin (MAKM) Padangpanjang, menyiapkan strategi Proses Belajar Mengajar (PBM) secara komplit, guna menyikapi kebijakan tatanan new normal.

Kepala Pontren Mu-MAKM Padangpanjang, Derliana, mengaku meski belum ada keputusan dimulainya tahun ajaran baru pada 20 Juli, namun pihaknya merencanakan PBM terhadap 350 santri telah efektif pada 12 Juli 2020.

Terkait moda pembelajaran yang akan dilakukan, dirinya menyebut hingga saat ini belum ada kepastian putusan resmi dari pemerintah tentang teknis pelaksanaan PBM.

Namun, pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi komplit untuk kelancaran PBM yang menyesuaikan dengan keputusan akhir terkait teknis PBM nantinya.

Baik pelaksanaan PBM dengan pola dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring). Setidaknya terdapat 5 poin penting telah disiapkan guna menyongsong aktivitas pendidikan di era tatanan new normal.

“Lima poin tersebut yakni, kesiapan sarana prasarana (sarpras) sesuai standar protokol Covid, tenaga pendidik dan kependidikan, edukasi covid untuk santri dan materi Mapel yang luwes, serta menyiapkan sistem kerja sama dengan berbagai unsur tentang new normal,” ungkap Derliana, yang dipercaya sebagai narasumber Bincang Pendidikan Antar Bangsa, Indonesia-Malaysia 6 Juni 2020 lalu.

Terkait sarpras, disebutkannya, di Pontren Mu-MAKM telah lama menerapkan pola hidup bersih yang salah satunya cuci tangan pakai sabun. Namun saat ini juga telah diberlakukan pengaturan jarak sesuai protokol Covid-19 pada ruang guru, ruang belajar dan asrama.

Selain itu sesuai dengan edaran pimpinan Muhammadiyah terkait memulai tahun ajaran, setiap santri harus melakukan isolasi mandiri selama 10 hari sebelum masuk pontren pada 12 Juli mendatang.

“Kepada setiap santri melalui orangtua masing-masing telah kita sampaikan agar menjalankan isolasi mandiri selam 10 hari dan harus melakukan rapid test yang dibuktikan dengan surat pernyataan. Kemudian kita juga mengagendakan program parenting melalui sistem daring,” ujarnya sembari menyebut MAKM bakal menerima sebanyak 125 santri untuk 5 lokal yang tersedia.

Sementara guna menyikapi proses PBM yang diyakini akan berbeda jauh dari biasanya, para guru juga telah menyiapkan dua skenario menggunakan sejumlah aplikasi dan modul dengan penerapan yang luwes dan tidak membosankan.

Pada skenario PBM yang disiapkan tersebut, juga menyikapi kemungkinan adanya keterbatasan atau gangguan jaringan internet.

“Karena kondisinya tidak lagi seperti biasa, kita telah menyiapkan pola kurikulum darurat yang menyajikan materi-materi penting yang dapat dipahami peserta didik meski PBM tatap muka berlangsung dalam waktu relatif lebih singkat. Materi ini akan diperkuat dengan bahan pembelajaran berupa slide, video dan modul serta lainnya,” pungkas Derliana. (wrd)