Pembayaran PBB di Pasar Pusat Padangpanjang, BPKD Layani 80 Transaksi

11

Hari pertama dibukanya layanan pembayaran PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) di pedestrian Pasar Pusat Padangpanjang, yang digelar Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD), Senin (13/6), terhimpun penerimaan pajak sebesar Rp7,1 juta dari 80 transaksi.

Kepala BPKD Dr Winarno ME, Selasa (14/6) menyampaikan, dibukanya layanan ini  merupakan salah satu upaya optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) terutama Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Selain itu, juga untuk memudahkan masyarakat membayar PBB-P2 yang menjadi kewajiban mereka. “Alhamdulillah animo masyarakat pada hari pertama kemarin, cukup tinggi. Baik itu pembayaran melalui M-Banking maupun tunai,” sebutnya.

Dikatakannya, layanan berlangsung sejak kemarin, sampai 30 Juni mendatang. Sebagai upaya mendongkrak capaian realisasi pembayaran PBB di Kota Padang Panjang.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat melakukan pelunasan PBB sebelum jatuh tempo pada 31 Oktober. “Untuk warga yang melakukan transaksi pembayaran di sini, kami menyediakan suvenir menarik,” ujarnya.

Dikatakannya lagi, melalui layanan ini pihaknya juga memberikan sosialisasi mengenai pembayaran yang sudah bisa dilakukan melalui pindai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Sebelumnya pembayaran PBB-P2 dapat dilunasi melalui aplikasi Gojek (GoBills). Serta sosialisasi pembayaran tagihan piutang PBB-P2 tahun-tahun sebelumnya.

Baca Juga:  Rumah Dinas Wako Padangpanjang, Satu-satunya yang Jadi Galeri Lukisan

“Ke depan kita juga akan memperluas saluran pembayaran melalui Tokopedia,” tambahnya seraya menyebutkan tahun ini penetapan PBB Padangpanjang sebesar Rp1,35 miliar.

Salah satu warga, Nurul Fitria menyambut baik dengan dibukanya layanan ini. “Sangat memudahkan sekali. Kadang kita kalau ke bank agak lama ngantrenya. Kalau di sini kita bisa sambil berbelanja ke pasar. Sangat membantu, kalau bisa diadakan tiap tahun di sini,” harap Nurul. (*)