PDAM Padangpanjang Siapkan Sensor Gangguan Jaringan

113
Peningkatan keandalan pelayanan, PDAM juga mengedepankan prinsip 3S dalam melayani pelanggan.

Terus berupaya maskimal melakukan perubahan di segala lini sejak 2017, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Padangpanjang saat ini fokus menuju Smart Water Company.

Direktur PDAM Kota Padangpanjang, Jevie C Eka Putra mengatakan saat ini pelayanan distribusi air terhadap 9.089 pelanggan dapat terpenuhi hingga 23,8 jam setiap harinya. Seiring dengan tingginya daya konsumtif masyarakat akan penggunaan air selama kondisi pandemi ini, berimbas tren meningkatnya cash flow perusahaan hingga 40 persen dibanding tahun 2019.

“Daya konsumtif masyarakat meningkat, diiringi pendistribusian dengan daya tekanan air maksimal hingga 0,57 bar mampu mengaliri seluruh jaringan pelanggan hampir 24 jam. Maksimalnya pendistribusian tersebut, memberikan dampak terhadap cash flow bergerak di angka Rp800 juta per bulan,” terang Jevie, Selasa (15/9/2020).

Terkait dengan target mencapai Smart Water Company, Jevie menyebut saat ini secara intens pihaknya terus menjaga tingkat kehandalan layanan. Berbagai instrumen system digitial terus dikembangkan guna memaksimalkan pemanfaatan kemampuan idle capacity sekitar 4 ribu pelanggan lagi.

Jika sejak 2018 pelanggan dapat mengecek tagihan PDAM melalui aplikasi yang tersedia di play store, serta proses pembayar via bank seperti Bank Nagari, BNI, Pos, koperasi dan agen lainnya, tahun ini bergerak pengembangan teknologi sensor.

Baca Juga:  Siswa SMPN 6 Padangpanjang Ciptakan Aplikasi Story Teller

“Saat ini kita tengah menuntaskan target pemasangan sensor jaringan air sebanyak 20 titik. Hal ini merupakan salah satu tahapan menuju smart water company, untuk mengetahui lebih cepat tingkat gangguan yang terjadi dalam pengelolaan pendistribusian air bersih. Baik dari sumber, maupun jaringan hingga ke setiap rumah pelanggan,” terang Jevie.

Jevie juga menyebutkan, pihaknya telah memprogramkan penuntasan pemasangan tekhnologi sensor jaringan tersebut pada 2021 mendatang hingga 200 titik. Hal ini guna menunjang layanan total coverage area, dengan penanganan yang lebih smart dan cepat.

“Melalui pemasangan sensor tersebut, kita akan mengetahui secara cepat gangguan yang terjadi. Baik itu berupa kebocoran jaringan air atau hal lainnya di sumber, maupun di titik pelanggan sendiri,” pungkas Jevie sembari menyebut pertumbuhan pelanggan di 2020 ini sebanyak 374 sambungan baru. (wrd)