Fadly Amran: Ayo Bikin Festival Kepenulisan Tingkat Nasional

40
Wako Padangpanjang Fadly Amran menyambut kunjungan tim Ruang Kreatif Hamasah di ruangan kerjanya.

Padangpanjang sebagai Kota Literasi, sejatinya menjadi rumah bagi penulis-penulis kreatif dan memiliki wadah yang menaunginya. Terkhusus bagi RKH di bawah binaan STAI diharapkan mampu menjadi “provokator” andrenalin penulis dari lembaga pendidikan tinggi lainnya.

Hal ini dikatakan oleh Wali Kota Padangpanjang Fadly Amran saat menerima kunjungan Taman Bacaan Masyarakat Ruang Kreatif Hamasah (TBM RKH), binaan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Imam Bonjol, di ruang kerja walikota, Kamis (15/10/2020).

Apresiasi khusus kepada Ruang Kreatif Hamasah atas produktivitas RKH yang mampu melahirkan empat buku selama kurun waktu 2020. Wako Fadly menyebut konsistensi RKH berkaitan dengan status Kota Padangpanjang sebagai kota literasi.

“Saya baru dapat kabar, ada taman bacaan masyarakat yang telah mampu menerbitkan buku. Apalagi ini sudah buku ketiga dan tengah berjalan buku ke empat. Ini sangat linear dengan program kita sebagai Kota Literasi,” ujar Fadly.

Menyikapi semangat dari RKH STAI Padangpanjang ini, Fadly meminta Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Padangpanjang untuk menaungi dan membentuk wadah forum kepenulisan di Kota Padangpanjang.

“Dinas harus menyikapi ini dengan memfasilitasi penulis-penulis yang ada di Padangpanjang. Termasuk juga menggelar festival kepenulisan tingkat nasional, kalau perlu internasional,” ucap Fadly.

Baca Juga:  Tokoh Masyarakat Berharap di Tangan Mahyeldi, ABS-SBK tak cuma Slogan

Sementara itu Ibrahim Aziz (Pembina RKH dan Dosen STAI Imam Bonjol) juga senang dengan sambutan antusias Wako Fadly. “Perhatian Pak Walikota Fadly Amran menjadi gizi terhadap tumbuh-kembangnya penulis-penulis di kota ,” ujar Ibrahim.

Ibrahim mengaku saat ini sejumlah penulis di RKH STAI Imam Bonjol selama 2020 telah menerbitkan dua buku, yakni antologi puisi “Simpul Hati” dan antologi cerpen bergenre romantis “Pijar Asmaradahana”.

Sementara dua karya lainnya yang masih dalam tahap proses penerbitan, yakni dua buku antologi cerpen bergenre komedi, dan horor.

“Karya ini telah berjalan sejak Januari lalu, dengan target setahun ini bisa tuntas untuk ke empat buku ini. Rata-rata satu karya, teman-teman menuntaskan dalam waktu 3-4 bulan selesai hingga penerbitannya. Dalam waktu dekat ini, buku ke tiga berupa antologi cerpen “Life Needs a Joke” yang didalamnya terdapat sekapur sirih Walikota Fadly Amran, akan segera terbit. Buku ini tebalnya 200 halaman,” beber Ibrahim. (wrd)