Tim Rider Buntuti Mobil Masuk Padangpanjang

Untuk mengatasi adanya kendaraan yang mencoba mengelabui Tim Gugus Tugas yang menjaga pintu masuk Kota Padangpanjang, telah disiapkan tim rider guna membuntuti kendaraan tersebut.

Pasalnya, dari pemantauan yang dilakukan, ada sopir yang mengaku hanya lewat, tetapi ternyata menurunkan penumpang atau tujuannya Kota Padangpanjang.

Hal itu diungkapkan Sekko Padangpanjang Sonny Budaya Putra yang juga Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Virus Korona Padangpanjang di ruang kerjanya, Jum’at (17/4).

“Hati-hati terhadap bahaya penyebaran  Covid-19. Setiap kendaraan yang dicurigai masuk Kota Padangpanjang, akan diintai dan dibuntuti tim rider yang siap siaga 24 jam. Karena itu bila ada yang menyebut mereka sekadar lewat, tapi sebenarnya mereka singgah di Padangpanjang akan ketahuan,” kata Sonny.

Pada pertemuan dihadiri Kepala BPBD Kesbangpol yang menjadi Ketua Harian Gugus Tugas Marwilis, Kadis Perhubungan I Putu Venda dan Kadis Kominfo Ampera Salim itu, Sonny menjelaskan tim rider bertugas di setiap posko batas kota. Yakni di Posko Kacang Kayu,  Posko Jembatan Kembar dan Posko Bukit Surungan.

“Jadi, sudah disiapkan 3 sampai 5 orang tukang ojek untuk bertugas di masing-masing posko tersebut,” katanya.

Anggota tim rider itu akan mengintai bila ada mobil yang mencurigakan. “Andai kata terjadi peristiwa yang tidak sesuai dengan keterangan. Bila sopir bus atau pengendara motor menyebut dia hanya lewat saja, tapi ternyata singgah, maka diarahkan meninggalkan Padangpanjang,” katanya.

Sementara itu Kadis Perhungan Kota Padangpanjang I Putu Venda mengatakan, tukang ojek itu akan bekerja tiga shift antara pukul 08:00-16:00. Kemudian pukul 16:00-24:00. Lalu, pukul 24:00-08:00.

“Mereka hanya bekerja delapan jam. Sebagai kompensasinya masing masing mereka akan kita beri insentif Rp70.000 setiap shif,” kata Venda.(rel/esg)