Libur Panjang, Padangpanjang Macet Lagi! Kualitas Jalan Tidak Mendukung

22

Pascalebaran, arus lalu lintas di Kota Padangpanjang kembali mengalami kemacetan cukup parah sepanjang momen libur panjang sejak 14-16 Mei (Sabtu-Senin) kemarin.

Pantauan koran ini di lapangan selama tiga hari belakangan, kepadatan lalu lintas jalur utama di wilayah hukum Polres Padangpanjang tersebut tampak padat. Terutama sepanjang jalur lintas Pasar Kotobaru- Padangpanjang dan Padangpanjang–Lembah Anai.

Kondisi kemacetan juga terpantau melalui sejumlah media sosial, berlangsung hingga pukul 00.30 Senin (16/05) dini hari kemarin. Terutama di sepanjang Jalan Sutan Syahrir Kelurahan Silaiangbawah, macet panjang terjadi akibat padatnya volume kendaraan mengarah ke Padang.

Salah seorang pengemudi berdomisili di Tabing Kota Padang, Hardianto, 37, mengaku mengalami macet sejak berangkat dari Bukittinggi hendak pulang ke Padang sekitar pukul 20.00. Dirinya bersama istri, dua anak dan mertuanya itu sampai di Padangpanjang pada pukul 22.30 dalam kondisi masih terperangkap macet.

“Sejak dari Bukittinggi kami berangkat, kemacetan panjang sudah terjadi hingga kami sampai di Padangpanjang ini menghabiskan waktu hampir tiga jam karena laju kendaraan seperti merayap. Kondisinya hampir sama saat Lebaran kemarin. Kami berharap pemerintah bisa memikirkan solusinya, karena memang sepertinya kendaraan sudah semakin banyak, sementara lebar jalan masih tetap sama,” ucap pria yang akrab disapa Adi itu saat sempat turun dari mobil karena laju mobilnya terhenti akibat macet selama belasan menit.

Baca Juga:  60 Bird Club se-Sumatera Pastikan Bakal Berlaga di Baramas Cup 1

Kasat Lantas Polres Padangpanjang, Iptu Aldy Lazzuardi membenarkan kondisi macet terjadi selama tiga hari libur panjang di akhir pekan pascalebaran itu.

Kondisi tersebut dikatakannya, selain adanya aktivitas pasar di Kotobaru Kecamatan X Koto, juga akibat kualitas jalan sudah tidak memadai menampung volume kendaraan yang meningkat.

Kondisi jalan dikategorikan kecil, terutama di jalur Silaiangbawah hingga Lembah Anai diperparah melambatnya laju kendaraan dengan kembali beraktivitasnya transportasi angkutan barang berukuran besar.

Kondisi jalan selain kecil, juga terdapat turunan dan tanjakan disertai tikungan yang mengharuskan pengemudi mengantre untuk memastikan dapat mendahului jika beriringan dengan truk.

“Kemacetan yang terjadi selama libur panjang di akhir pekan ini, murni akibat tingginya debit kendaraan. Sementara di satu sisi, keadaan jalan yang kecil sepanjang dari Kotobaru hingga Silaiang. Aktivitas yang menyebabkan kemacetan hanya saat hari pasar di Kotobaru. Sedangkan di kawasan objek wisata Mega Mendung justru tidak banyak mempengaruhi. Demikian juga gangguan kendaraan rusak di jalan, selama tiga hari belakangan tidak ada,” jawab Aldy dihubungi melalui selularnya. (wrd)