Hujan Deras, Silaiang Kariang Longsor

134
Petugas dibantu sejumlah pekerja mengevakuasi material longsor di Singgalang Kariang, kemarin. (IST)

Diguyur hujan deras sejak siang, kawasan Singgalang Kariang, Jorong Aia Mancua dilanda longsor Rabu (16/12) sekitar pukul 16.40. Material tanah dan bebatuan menutupi seluruh badan jalan lintas umum (jalinsum) Padangpanjang–Padang. Akibatnya arus lalu lintas dari kedua arah terputus beberapa saat.

Pantauan Padang Ekspres di lokasi kejadian, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres dan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padangpanjang yang turun ke lokasi beberapa menit pasca-kejadian, langsung mengevakuasi material dengan alat seadanya.

Satu jam berselang, evakuasi material yang juga dibantu serombongan pekerja jalan yang melakukan penerapan sistem buka tutup arus lalu lintas selesai dilakukan. Antrean panjang yang terjadi di kedua arah, berhasil diurai sembari menunggu datangnya ekskavator.

Salah seorang pekerja jalan yang kebetulan lewat dari Solok, Rio Hendri, 36,  mengaku turut membantu pembersihan material sebisanya menggunakan cangkul dan alat sekop. Upaya bersama 17 rekannya bergabung dengan tim BPBD Padangpanjang harus terhenti sampai satu lajur dapat dilalui.

“Kami kebetulan lewat hendak pulang dari bekerja di Solok. Sebisanya membantu, agar jalan bisa dilewati karena mobil tumpangan kami terjebak macet. Namun untuk hingga tuntas, harus menggunakan alat berat karena material bebatuan cukup banyak,” tutur Rio.

Salah seorang pengemudi lainnya yang turut terjebak macet akibat longsor itu mengaku prihatin dengan kepedulian intansi terkait dalam menyikapi kawasan rawan longsor. “Kawasan ini memang rawan longsor, apalagi di musim hujan seperti sekarang ini. Semestinya, pemerintah melalui dinas terkait sangat memahami kondisi. Terutama dengan menyiagakan alat berat di kawasan ini. Kalaupun tidak setiap waktu, paling tidak di kala musim hujan,” ucap Rahmat, 41, asal Bukittinggi itu.

Baca Juga:  Libur Panjang, Padangpanjang Macet Lagi! Kualitas Jalan Tidak Mendukung

Kasat Lantas Polres Padangpanjang, Iptu Saherman saat di lokasi mengatakan sementara hanya bisa mengatasi satu lajur untuk dapat dilalui kendaraan dengan sistem buka tutup. Hal ini dikarenakan ketidaksiagaan alat berat di kawasan Singgalang Kariang yang diketahui sangat rawan longsor.

“Kita bersama tim BPBD berupaya maksimal untuk membuka satu ruas jalan agar dapat dilalui kendaraan secara bergantian. Kita harus menunggu bantuan alat berat, untuk menyingkirkan material bebatuan itu,” tutur Saherman sembari menyebut tidak ada korban dalam kejadian itu.

Sementara hingga berita ini diturunkan, kondisi arus lalu lintas masih sistem buka tutup. Antrean macet dari kedua arah mulai tampak kondusif, dengan jumlah kendaraan didominasi dari arah Padang.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Nasional Reni Marlisa mengatakan, longsor yang terjadi di Silaing Karing KM 69 +900 dari Padang sekitar pukul 17.30. Sehingga terjadi kemacetan sewaktu alat berat dari PT SMS menyingkirkan material ke dalam jurang.

“Material yang turun tersebut ditolak ke jurang dengan loader. Pekerjaan akan tuntas diperkirakan sekitar pukul 21.00. Jika semua material sudah dapat disingkirkan maka arus lalu lintas normal kembali,” kata Reni ketika dihubungi Padang Ekspres.

Sehubungan curah hujan cukup tinggi diharapkan pada pengguna jalan berhati-hati. “Kalau sudah ada batu-batu kecil turun itu pertanda akan ada longsor. Sebaiknya perjalanan diundur,” tuturnya. (wrd)