Perantau Padangpanjang Dikarantina 14 Hari di Baso

Tempat karantina yang disediakan di Balai Latihan Kerja (BLK) dan Balai Benih Ikan (BBI) Kota Padangpanjang kini sudah terisi penuh oleh para perantau yang pulang kampung.

Untuk menampung meningkatnya jumlah perantau yang pulang jelang bulan puasa, Wali Kota Padangpanjang Fadly Amran berkoordinasi dengan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyediakan tempat karantina tambahan di Baso, Kabupaten Agam.

“Lokasi karantina tambahan tersebut di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) milik Kemendagri di Baso, Agam. Untuk pemakaian tempat karantina tambahan itu, saya sudah minta izin dengan Pak Gubernur saat video conference kemarin,” ujar Fadly Amran, Selasa (21/4/2020).

Menurutnya tempat karantina itu sangat mendesak karena tingginya jumlah perantau yang pulang kampung jelang bulan Ramadhan.

“Tadinya kita beranggapan perantau tidak banyak yang pulang kampung, karena sudah ada imbauan presiden, gubernur dan wali kota untuk tidak pulang kampung dulu pada masa pandemi Covid-19 ini. Ternyata, trennya meningkat,” ungkap Fadly.

Selain BLK dan BBI, kata Fadly, pihaknya juga telah menyediakan tempat di Islamic Center yaitu Kampus MAPK. Namun karena tempat yang ada di Pusdiklat Baso ada izin dari gubernur, maka lokasi itu dipakai terlebih dahulu.

Sekko Sonny Budaya Putra menambahkan, hingga saat ini di PPSDM Kemendagri di Baso, Agam, itu sudah diantar enam orang perantau Padangpanjang yang pulang kampung. “Empat orang diantarkan Senin siang (20/4) dan dua orang lainnya diantar Senin malam,” katanya.

Di tempat karantina PPSDM Kemendagri di Baso itu, disediakan makan, minum, pemeriksaan kesehatan dan kegiatan positif lainnya di bawah bimbingan tim kesehatan selama 14 hari.

“Perlakuan yang diberikan terhadap warga yang dikarantina di PPSDM Baso sama dengan di BLK dan BBI kota Padangpanjang. Disediakan makan, pemeriksaan kesehatan dan kegiatan positif lainnya,” kata Sonny.

Dijelaskannya, mereka yang pulang kampung akan diantarkan dan dilayani dengan baik di tempat karantina.

“Nanti setelah habis masa karantinanya,  kita jemput kembali untuk diantar ke rumah bertemu sanak keluarga tanpa ada rasa waswas lagi. Ini adalah bukti keseriusan Pemerintah Kota Padangpanjang dalam melindungi warga dari Covid-19,” pungkasnya.(esg)