Eks Wawako Padangpanjang Sempat Mengkhitan Anak-anak

38
Ketua Baznas Kota Padangpanjang, Datuak Panjang memberikan keterangan pers.

Khitanan Massal oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padangpanjang, 15-19 Juni lalu sempat melibatkan “M”, dokter yang menangani Khitanan tersebut. Khitanan Massal dilaksanakan di klinik “M” di Kampung Jambak.

Diketahui, “M” yang juga mantan Wakil Walikota itu dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani tes swab, hasilnya diumumkan Selasa,(23/6).

Ketua Baznas Kota Padangpanjang, Buya Aswir Rasyidin, Datuak Panjang mengatakan,
Khitanan Massal, di masa Normal Baru dilaksanakan dengan menjalankan protokol kesehatan Covid-19.

Baca Juga: Mantan Wawako Padangpanjang dan Istri Positif Covid-19

Khitanan massal tidak seperti yang dibayangkan orang dengan kerumunan massa. “Namanya saja yang Khitanan Massal namun tidak seperti khitanan massal yang membuat kerumunan,” ungkap Datuak Panjang, Selasa, (23/6)

Khitanan massal merupakan program tahunan Baznas Kota Padangpanjang yang tahun ini dilaksanakan di luar Bulan Ramadhan karena Covid-19. Sebelumnya dilangsungkan di pertengahan bulan Ramadhan.

Setelah Covid -19 Kota Padangpanjang mereda, kegiatan kembali dijalankan lewat kordinasi dengan Pemko Padang Panjang.

dr “M” didampingi dr Narju menangani sekitar 105 anak. “Kedua dokter ini menggunakan APD Lengkap,” ungkapnya, Selasa, (23/6/2020).

Dari 105 anak , kurang lebih 20 anak dikhitan setiap harinya, selama lima hari berturut-turut. ” Yang 20 orang itu pun kami bagi menjadi 2 tahap. Jam 7:00 WIB -9:00 WIB dan 9:00-11:00,” katanya. Dengan demikian, lanjut Datuak Panjang, tidak ada kerumunan massa.

Anak-anak yang datang diperhatikan protokol kesehatannya seperti mencuci tangan dan menggunakan masker. “Semua berjalan dengan baik dan teratur,” pungkasnya.

Meskipun demikian, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padangpanjang, Nuryanuwar mengimbau, masyarakat yang pernah kontak dengan “M”, untuk melapor.

“Bagi masyarakat Kota Padang Panjang dan sekitar, yang merasa kontak dua minggu kebelakang, segera melapor kepada petugas kesehatan,” katanya.

Kalau di Kota Padangpanjang bisa ke Dinas Kesehatan Kota Padangpanjang, atau Puskesmas yang ada, sedangkan di Batipuah X Koto, di Puskesmas terdekat. “Kita berharap kasus ini tidak membuat penularan yang lebih besar” pungkasnya. (rel)