Seorang Nenek di Batipuh Tewas dengan Wajah Berdarah

116
Tim identifikasi dari Polres Padangpanjang di rumah korban Dahniar (85), Jorong Sawah Diujuang, Kanagarian Batipuh Ateh.

Kejahatan pembunuhan tidak menunggu malam. tindak Di siang bolong pun kerap terjadi. Seperti di wilayah hukum Polres Padangpanjang. Dahniar (85), ditemukan tewas dengan wajah berdarah.

Nenek malang ini terkapar di lantai kediamannya di Jorong Sawah Diujuang, Kenagarian Batipuh Ateh, Kecamatan Batipuh, Tanahdatar sekira pukul 17.00 WIB, Jumat (25/9/2020).

Informasi dari anak korban, Darmansyah, 62, kejadian diketahuinya saat pulang ke rumah dari pangkalan ojek di Batang Gadih kenagarian setempat. Sesampai di TKP, ia melihat pintu rumah milik korban tampak terbuka dengan keadaan ruangan dan isi lemari berantakan.

“Saya pulang ke rumah usai dari pangkalan ojek karena hari beranjak sore dan penumpang sudah mulai sepi. Sesampai di depan rumah, kondisi pintu terbuka, ruangan dan lemari berantakan, serta ibuk tampak tergelatak dengan keadaan berdarah di bagian wajah. Melihat kondisi ini, saya langsung mengabari keluarga lainnya dan Bhabinkamtibmas Batipuah Ateh,” tutur Darmansyah.

Kasat Reskrim Polres Padangpanjang, AKP Suhardi membenarkan terjadinya peristiwa terhadap warga di Jorong Sawah Diujuang itu. Kejadian diketahui setelah adanya laporan dari pihak keluarga selaku saksi yang merupakan anak korban.

Baca Juga:  Tokoh Masyarakat Berharap di Tangan Mahyeldi, ABS-SBK tak cuma Slogan

Dikatakan Suhardi, korban telah dibawa ke RSUD Padangpanjang dengan seizin pihak keluarga untuk kepentingkan visum et repertum (VER). Namun hingga saat ini dikatakannya, petugas masih berusaha berkoordinasi dengan pihak keluarga agar dapat dilakukan proses visum untuk mengetahui penyebab kematian korban.

“Hingga saat ini kami masih berusaha memberikan pemahaman keluarga korban, agar dapat kita lakukan proses VER. Karena itu kita juga belum bisa mengatakan penyebab kematian korban, selain dari melihat kondisi korban dalam keadaan hidung berdarah saat ditemukan di TKP,” ungkap Suhardi.

Terkait dengan motif kejahatan, Suhardi menyebut merupakan tindak pencurian dengan kekerasan karena diketahui korban juga mengalami kehilangan perhiasan dan HP. Namun hingga saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti jumlah kerugian yang dialami korban akibat kejadian tersebut.

“Hingga saat ini personil gabungan masih terus melakukan pendalaman dan memintai keterangan sejumlah saksi lainnya. Termasuk identitas pelaku, dikatakannya masih dalam pengembangan lebih lanjut,” pungkas Suhardi. (wrd)