Kemendag Rekomendasikan Pasar Pusat Padangpanjang Miliki SNI

27

Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan pendampingan untuk Pasar Pusat Padangpanjang meraih Sertifikat Nasional Indonesia (SNI) dari Lembaga Sertifikasi Produk.

“Kemendag memiliki program pendampingan dan sertifikasi pasar rakyat untuk pasar ber-SNI. Dalam tahun ini, direncanakan ada 8 pasar di Indonesia yang didampingi salah satunya Pasar Pusat Padangpanjang,” ungkap Analis Perdagangan Kemendag, Miftah Khairuddin, SE, MT saat ditemui seusai pertemuannya dengan Wali Kota, H Fadly Amran BBA Datuak Paduko Malano bersama tim, Rabu (28/4/2021), di Balaikota.

Dikatakan Miftah, alasan Kemendag mendampingi Pasar Pusat Padangpanjang ber-SNI, lantaran kesiapan pasar serta dukungan dan komitmen pemerintah. “Kami menilai kesiapan dari pasar dan juga komitmen dari pemerintah daerah untuk mendukung SNI pasar rakyat. Kami melihat sangat mendukung mengarah tercapainya SNI itu,” katanya.

Tujuh pasar lainnya di Indonesia, sebut Miftah masih dalam proses identifikasi. Jadi Pasar Pusat Padangpanjang yang pertama untuk pendampingan tahun ini. “Tim yang lain sedang melakukan identifikasi melihat kemungkinannya,” tuturnya.

Menurut Miftah, 70 persen kriteria SNI di Pasar Pusat sudah memenuhi syarat. Kendati begitu, ada 30 persen yang perlu untuk diperbaiki. “Ini sudah kita komunikasikan tadi dengan Pak Wali Kota. Contohnya perbaikan keramik di dagangan pangan basah, ini sudah disiapkan untuk direvitalisasi,” ujarnya.

Baca Juga:  Mencegah Napi Kabur, Ini yang Dilakukan Kepala Rutan Padangpanjang

Di antara kriteria yang cukup terpenuhi oleh Pasar Pusat, kata Miftah, di antaranya zonasi sesuai komoditi yang dijual. “Harus dipisah antara zonasi basah dan kering, sama yang non pangan. Sejauh ini sudah terpisah, namun ada beberapa yang harus dibenahi,” sebutnya.

Kemudian dari tinjauannya ke Pasar Pusat, tim Kementerian melihat fasilitas pencegahan bencana seperti hydrant, alat pemadam api ringan, lalu tim keamanan, tim kebersihan sudah berjalan dengan cukup bagus. “Sudah ada penandaan untuk jalur evakuasi. Dari segi administrasi sudah cukup baik, cuma ada sedikit yang perlu kita poles,” terangnya.

Lalu, Tim Kemendag merekomendasikan agar arah penataan parkir bisa lebih baik untuk roda dua, roda empat maupun bongkar muat. Oktober nanti, tim auditor dari Lembaga Sertifikasi Produk bakal ke Pasar Pusat untuk melakukan penilaian.

“Sertifikasi ini diajukan ke Lembaga Sertifikasi Produk. Jadi yang menilai bukan Kemendag, ada satu lembaga independen. Kami dari Kementerian dalam program kami, kami yang akan mendaftarkan pasar ini ke Lembaga Sertifikasi Produk,” pungkasnya. (wrd)

Previous articleKembangkan Dendeng Salai dan Revitalisasi Pasar Tanjung Barulak
Next articleNgabuburit Bareng Milenial, Nevi Beri Motivasi jadi Pahlawan Digital