Menjelang Lubuk Mata Kucing, Melepas Pandang di Panorama Tembok Panjang

4

Memandang ladang yang hijau, lengkungan bukit, serta melihat dan mendengar aliran sungai mengalir, menimbulkan rasa tenang dan nyaman tatkala berada di Panorama Tembok Panjang, Kelurahan Pasar Usang, Kecamatan Padangpanjang Barat.

Hal yang sama juga dirasakan Evan (34) saat dirinya sejenak melepas penat melewati jalur jogging yang biasa ia tempuh beberapa waktu lalu. Lokasinya berada di sisi kiri saat menuju pemandian Lubuk Mata Kucing dari perempatan jalan dekat Pesantren Thawalib Putra.

“Sebelumnya, jalur joging saya tidak ke sini, namun sejak dibangun, saya jadi tertarik ke sini. Apalagi di sepanjang jalan ada trotoar yang cukup luas. Bisa sejenak berhenti melepas penat sambil melihat pemandangan,” ujarnya.

Adapun Rani (21), asyik berswafoto bersama temannya berlatar view sekitar. “Buat healing, kalau lagi suntuk ada baiknya menghirup udara segar sambil melihat pemandangan,” katanya.

Bangunan Panorama Tembok Panjang sebenarnya merupakan retaining wall concrete (RWC) atau dinding penahan tanah tebing yang terbuat dari beton.

Kepala Bidang Bina Marga dan Pengelolaan Sumber Daya pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Andri Putra, ST mengatakan, RWC awalnya dibangun pertengahan tahun 2017, lantaran jalur ke Pemandian Lubuk Mata Kucing cukup sempit dilewati roda empat.

Baca Juga:  Keberangkatan Haji 2022 Semakin Dekat, Kantor Kemenag Gerak Cepat

Kemudian tahun 2020 RWC itu kembali dipercantik dengan bangunan pagar motif ukiran. Ditambah trotoar dan tulisan besar Panorama Tembok Panjang. “Dari Juli 2020, dibuatlah trotor dan pagar. Jalan di aspal ulang. Termasuk jalan ke Lubuk Mata Kucing. Pelaksanaannya lima bulan,” katanya.

Jalan yang semula lebar tiga meter, kini menjadi enam meter, ditambah tiga meter untuk parkiran dan dua meter untuk trotoar. Secara keseluruhan panjang bangunan 160 meter.
Didi (35), warga Nagari Singgalang, Kabupaten Tanahdatar yang kerap melewati jalur itu merasakan dampak pembangunan tersebut.

“Kalau dipikir, dulu ini kan tebing, kalau mobil berselisih jalan, ngeri juga karena sempit jalannya. Tapi alhamdulillah jalan sekarang luas. Bermanfaat untuk kami yang sering lewat di sini. Sekaligus bagi yang ingin menikmati udara segar sambil melihat pemandangan,” tuturnya. (*)