Punya Potensi, Menkop UKM Puji Program Rumah Wirausaha Padangpanjang

90

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki memberi apresiasi kepada Pemerintah Kota Padangpanjang dalam pengembangan koperasi, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Disebutkannya, Padangpanjang punya potensi menarik dan pihaknya mendukung penuh langkah Pemko dalam menginisiasi dan semangat untuk fokus pada UMKM sebagai ujung tombak ekonomi.

Hal itu diutarakannya di hadapan Wali Kota Padangpanjang, Fadly Amran, dan Tim Percepatan Pembangunan Kota Padangpanjang dalam kegiatan presentasi “Adaptasi dan Transformasi Koperasi dan UMKM Padangpanjang” di Kemenkop UKM, Jakarta, Selasa (29/12/2020).

“Prinsip pendampingan, pengembangan dan inkubasi yang dilakukan Rumah Wirausaha Padangpanjang, sejalan dengan visi Kemenkop UKM. Khususnya berkenaan dengan program-program terkait perbaikan proses bisnis, peningkatan kapasitas SDM, perluasan akses pasar dan upaya memunculkan local heroes UMKM. Ini kalau istilah saya, Paten! Perlu kita dukung dan semoga menjadi inspirasi bagi daerah lain,” pujinya.

Ditambahkan Teten, Padangpanjang memiliki potensi yang menarik dan harus dikonsolidasikan agar brandnya kuat. “Misalnya, produk susu agar diperkuat, sehingga nantinya bisa memenuhi kebutuhan susu nasional yang sangat tinggi,” sebutnya.

Teten yang didampingi Deputi Bidang Pengembangan SDM Kemenkop UKM, Arif Rahman Hakim, Asisten Deputi Organisasi dan Badan Hukum Koperasi, Christina Agustin, Stafsus, Fiki Satari dan jajaran, mengapresiasi program yang dikembangkan Padangpanjang di bawah kepemimpinan Fadly Amran.

Baca Juga:  Rp 230 Juta Untuk Atasi Longsor, Dari BTT Pemko Padangpanjang

“Kreativitas, inovasi dan kolaborasi menjadi entry point dalam pengembangan UMKM dan kelembagaan koperasi. Terus terang, semangat untuk fokus pada UMKM sebagai keunggulan dan ujung tombak pelaku ekonomi Padangpanjang, saya apresiasi. Kita akan terus mendukung,” ucapnya.

Dalam presentasinya, Fadly Amran memaparkan tentang pengembangan road map koperasi dan UMKM dalam upaya penguatan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, dan keadilan ekonomi di Padangpanjang. Di kota ini sudah diluncurkan program Rumah Wirausaha guna meng-upgrade para wirausahawan menjadi pengusaha yang andal dan mampu bersaing di tingkal lokal, nasional, bahkan internasional.

“Terkait pengembangan koperasi, Padangpanjang adalah kota pertama di Sumbar sebagai Kota Koperasi Syariah yang dilaunching gubernur Sumbar pada peringatan Hari Koperasi 22 Juli lalu. Di mana dari 45 jumlah koperasi saat ini, setengahnya sudah terkonversi menjadi koperasi syariah. Targetnya dalam 5 tahun periode RPJMD (2018-2023-red), seluruh koperasi sudah terkonversi menjadi koperasi syariah,” paparnya.

Dalam kesempatan ini, juga didiskusikan mengenai kelembagaan dan digitalisasi koperasi, sinergisitas Rumah Wirausaha dengan program Kemenkop UKM, serta follow up penambahan Banpres UMKM. Teten menyarankan agar dilakukan konsolidasi usaha perorangan dan usaha kelompok menjadi usaha koperasi dengan melakukan kolaborasi maksimal. (rel)