Ketat Terapkan Prokes, Pemko Optimistis Pariwisata kembali Menggeliat

27

Pemerintah Kota Padangpanjang meyakini sektor pariwisata bakal bangkit di tengah pandemi ini. Optimisme tersebut terlihat dari kunjungan wisatawan yang mulai meningkat lantaran kepercayaan atas layanan dan penerapan protokol kesehatan di objek wisata yang mereka kunjungi.

Tak hanya itu, pemko kini tengah mendorong para pelaku MICE (Meeting Incentive, Covention, and Exhibition) bersertifikat Clean, Health, Safety, Environment (CHSE) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Padangpanjang sangat aktif mengajak para pelaku usaha MICE menerapkan protokol kesehatan. Hal itu bisa dilihat dari para pemilik rumah makan, perhotelan. Asal ada kegiatan atau acara pasti protokol kesehatan diutamakan,” ungkap Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemko Padangpanjang Iriansyah Tanjung selepas mengikuti webinar Membangkit Optimisme Pariwisata untuk Pemulihan Ekonomi Sumbar, Selasa (30/03/2021) di Balaikota.

Iriansyah mengatakan, pemko bersemangat atas hal ini karena pariwisata merupakan salah satu sektor yang sangat diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan perekonomian.

Pembenahan pun sudah dilakukan mulai dari destinasi yang ada, sampai kepada destinasi yang baru.

Baca Juga:  Tewas Kecelakaan, Anggota DPRD Padangpanjang Dilepas di Gedung Dewan

“Kalau destinasi yang ada kita telah berbenah seperti PDIKM , Mifan, Kubu Gadang, kita telah promosikan. Bahkan melalui dukungan Kemenparekraf, destinasi wisata Padangpanjang telah dipromosikan pula melalui para influencer beberapa waktu lalu. Ini cukup mempengaruhi peningkatan kunjungan wisatawan. Padangpanjang berharap kebangkitan ekonomi dari bidang pariwisata ini sangat besar,” ungkapnya.

Iriansyah Tanjung mengajak masyarakat mendukung kepariwisataan ini. “Tanpa dukungan masyarakat, wisatawan tidak akan terpikat. Karena tidak merasa senang tanpa keramahan masyarakat,” jelasnya. (rel)

Previous articleFokus Proses Efikasi, Nevi Minta Vaksinasi jangan Dijadikan “Bisnis”
Next articleKNKT Minta Partisipasi Stakeholder Atasi Kerawanan Sitinjau Lauik