Angka Stunting 12% di Pauhkamba, Unand Tawarkan Roti Sorgum Fla Dadih

16
TEKAN STUNTING: Tim PKM Unand melakukan sosialisasi pencegahan stunting di Pauhkamba, Padangpariaman.(IST)

Kasus stunting perlu mendapat perhatian serius dari Pemkab Padangpariaman. Menyusul masih tingginya angka stunting di kabupaten tersebut. Bahkan khusus Nagari Pauhkamba, Kecamatan Nansabaris saja, angka stunting-nya masih di atas 10 persen.

”Berdasarkan data yang kita peroleh, angka stunting di Pauhkamba masih berada di angka 12 persen. Makanya, kita imbau semua pihak berkontribusi ikut serta menurunkan angka stunting ini menjadi di bawah 10 persen,” ujar Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Unand Helmizar di Padangpariaman, akhir pekan lalu. Kegiatan ini juga didukung tim science tecno park (STP) Unand, DPC Ahli Gizi Padang dan Dinas Kesehatan Padangpariaman.

Helmizar menyebutkan, penurunan angka prevalensi stunting yang masih tinggi ini dimulai dengan intervensi gizi pada kelompok 1.000 hari pertama kehidupan. Salah satunya lewat pemenuhan asupan gizi roti sorgum dengan fla dadih guna mempercepat target penurunan prevalensi stunting Indonesia menjadi kurang 14% pada tahun 2024.

Kegiatan bertajuk sosialisasi roti sorgum dengan fla dadih dilakukan dalam rangka matching fund universitas pembentukan mini plant makanan fungsional berbasis sorgum dan dadih untuk mendukung pencegahan stunting nasional. Sebanyak 42 peserta terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui dan ibu balita serta balitanya, ambil bagian dalam kegiatan ini.

Menurut Helmizar, kekurangan gizi pada ibu sebelum hamil, masa kehamilan dan anak balita menjadi salah satu penyebab tingginya angka kasus stunting di Indonesia.

Produk roti sorgum dengan fla dadih yang dihasilkan inventor tim peneliti Unand guna penyediaan makanan tambahan yang bergizi tinggi untuk dikonsumsi ibu hamil, ibu menyusui, ibu balita dan balitanya sekaligus terhindar dari stunting.

”Produk roti dengan tambahan sorgum ini diyakini mampu mengurangi tepung terigu dengan menggunakan susu kerbau yang telah difermentasi atau dadih. Produk ini sudah memiliki standar gizi yang pas untuk dikonsumsi oleh target pencegahan stunting,” terang dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Unand itu. (rdo)