Bus Terbalik dan Pengendara Motor Kritis

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kecelakaan melibatkan sepeda motor dan bus penumpang. (IST)

Bus penumpang Jurusan Sungaigeringging-Padang dan satu unit sepeda motor terlibat kecelakaan di Jalan Siti Manggopoh Nagari Campago, Kecamatan V Koto Kampuangdalam, Kabupaten Padangpariaman, kemarin. Dalam kejadian itu, seorang pelajat pengendara motor kritis dan enam penumpang bus mengalami luka-luka.

Informasi dihimpun dari kepolisian, peristiwa laka lantas yang terjadi sekitar pukul 10.00, ini berawal saat pelajar bernama Ikhsan, 13, mengendarai sepeda motor dari Kampuangdalam menuju Sungailimau.  Ikhsan yang mengendarai sepeda motor Honda Revo BA – 3917 WN dengan kecepatan sedang melaju di kiri jalan.

Namun sesampai di lokasi kejadian, motornya tiba-tiba berbalik arah. Saat itu juga, dari arah Sungailimau atau dari arah berlawanan datang bus PT Tranex Graha Mandiri BA 7816 FU yang dikemudikan oleh Masrizal, 40.

Bus tersebut diduga melaju dengan kecepatan tinggi. Karena jarak yang terlalu dekat, bus tidak bisa menghindar dan menabrak bagian belakang sepeda motor Honda Revo milik Ikhsan.

Akibat kejadian tersebut, Ikhsan pengemudi sepeda motor terjatuh ke badan jalan. Motornya terseret beberapa meter. Sementara bus berpenumpang enam orang ini pun terguling ke bahu jalan.

“Akibat kejadian ini, Ikhsan si pengendara motor mengalami luka berat dan kritis. Saat ini ia menjalani perawatan intensif di RSUD Pariaman,” kata Kasat Lantas Polres Pariaman Iptu Muhammad Sugindo, kemarin.

Sementara itu enam penumpang bus mengalami luka-luka dan patah tulang. Dan, harus mendapatkan perawatan intensif di RSUD Pariaman. Kendaraan yang dikendarai Ikhsan dan bus tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah.

“Sementara untuk penetapan tersangka kecelakaan tersebut, hingga saat ini belum bisa menetapkan. Sebab masih belum bisa memintai keterangan korban, sopir dan penumpang yang saat ini masih menjalani perawatan,” ucapnya.

Sugindo mengimbau, agar pengendara baik roda dua maupun roda empat berhati-hati dan mematuhi aturan berkendaraan saat di jalan raya. Hingga saat ini dari rentang Januari-Agustus 2020, pihaknya mencatat kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Pariaman sebanyak 87 kasus. “Setiap kecelakaan lalu lintas berawal dari pelanggaran,” tuturnya.

Seperti kasus kecelakaan mengakibatkan bus terguling ternyata sepeda motor yang dikendarai oleh anak usia 13 tahun. “Saya imbau orang tua agar lebih mengawasi anaknya. Jangan  membiarkan anak belum cukup umur menggunakan kendaraan bermotor sendirian. Selain membahayakan diri sendiri juga berbahaya bagi pengendara lainnya,” sebutnya.  (nia)