Baru 49 Bidang Tanah Dibayar, BPN Targetkan Ganti Rugi Rampung Juni

Wabup Padangpariaman Suhatri Bur menyerahkan secara simbolis penggantian lahan warga yang terkena pembangunan tol di Nagari Paritmalintang. (IST)

Tanah yang terkena pembangunan Tol Padang-Pekanbaru di Padangpariaman, tercatat sebanyak 198 bidang. Hanya saja, baru 49 bidang tanah yang dibayarkan ganti ruginya. Yang terbaru, penggantian lahan warga tersebut diserahkan di Hall Kantor Bupati Padangpariaman, Jumat (5/2).

Ganti rugi lahan itu dilaksanakan untuk warga Nagari Paritmalintang yang tanahnya terkena pembangunan Tol. Jumlah tanahnya sebanyak 31 bidang yang diserahkan kepada 11 orang pemilik tanah. “Total uang ganti rugi untuk 31 bidang tanah itu sekitar Rp 20,7 miliar,” ungkap Kepala Bidang Pengadaan Tanah Kanwil BPN Sumbar, Yuhendri, Jumat (5/2).

Katanya, penyerahan uang ganti rugi lahan itu dilakukan secara simbolis kepada 2 pemilik tanah. Yakni Samsul Bahri dengan nilai ganti lahan Rp 2,3 miliar, lalu Dasril sebanyak Rp 2,8 miliar. “Dengan disalurkannya ganti rugi hari ini (Jumat (5/2), red), berarti sudah 49 bidang tanah yang diserahkan uang pengganti kepada pemiliknya,” ungkap Yuhendri.

Ia menjelaskan uang ganti lahan tersebut diserahkan secara nontunai. Jadi, para pemilik lahan hanya diberikan buku tabungan. Sesuai dengan ketentuan pencairan, tabungan yang digunakan atau didaftarkan atas nama pemilik tanah yaitu di Bank Rakyat Indonesia (BRI). “Untuk tanah-tanah yang belum dibayarkan berarti masih dalam validasi,” hematnya.

Yuhendri turut memaparkan hasil investariasasi dan verifikasi Kementrian PUPR, tercatat 1.411 bidang tanah yang di ruas Tol Padang-Pekanbaru tersebut. 1.232 bidang tanah di antaranya sudah diumumkan oleh Kementerian PUPR.

“Insya Allah pelaksanaan pembangunan tol ini tidak ada masalah. Adapun masalah yang ditemui alhamdulillah telah behasil dituntaskan. Mudah-mudahan, pembayaran uang ganti kerugian ini dapat dirampungkan pada bulan Juni mendatang,” tutupnya.

Baca Juga:  Nevi Bantu Sarana dan Renovasi Ruang Serbaguna Masjid Kalampaian

Wakil Bupati Padangpariaman, Suahtri Bur, menilai penyaluran ganti lahan tersebut bukti pembangunan Tol Padang-Pekanbaru tidak ada kendala. Sebab, tidak sedikitpun ada riak atau protes selama proses hingga disalurkannya uang pembayaran lahan warga.

“Pergunakanlah uang ganti kerugian ini dengan sebaik-baiknya. Misalnya untuk memenuhi kebutuhan, membuka usaha, atau jika memungkinkan untuk berinvestasi dengan membeli tanah kembali,” pesan Suhatri Bur kepada pemilik tanah.

Ia juga berpesan agar uang yang diserahkan tersebut tidak malah menjadi sumber masalah bagi penerimanya. Terlebih sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti perkelahian dalam keluarga. “Gunakan hak kita, seharahkan hak saudara kita. Jangan tergiur hingga membuat kita berdusanak bercerai-berai,” tegas wabup dengan gelar adat Datuak Putiah tersebut.

Calon bupati perolehan suara terbanyak Pilkada 2020 tersebut juga berharap agar keberadaan tol dapat memberikan manfaat lain ke depannya. Salah satunya dengan memberdayakan SDM di nagari-nagari yang dilaluinya.

“Rest area yang disediakan juga bisa menjadi peluang bagi masyarakat membuka usaha nantinya,” cermatnya. Menurutnya, pembangunan Tol Padang-Pekanbaru sudah pasti berdampak baik terhadap perekonomian daerah yang dilintasinya. Sebab, transportasi salah satu kunci kemajuan usaha dunia usaha. Baik itu di sektor perdagangan, pariwisata, dan lainnya.

“Pembangunan jalan tol ini tidak akan mengganggu akses masyarakat yang sudah ada. Jadi, sudah pasti sangat bermanfaat karena akses darat semakin lancar,” hemat Suhatri Bur. (apg)