Jalan Lingkar Duku-Sicincin Mangkrak Berkepanjangan

52
MANGKRAK: Kondisi Jalan Lingkar Duku-Sicincin yang melintas di depan kantor Bupati Padangpariaman, di Nagari Paritmalintang, Kecamatan Enamlingkung.(ARIS PRIMA G/PADEK)

Pembangunan Jalan Lingkar Duku-Sicincin (JLDS) di Padangpariaman, tak jelas kepan dimulai. Padahal, lahan untuk jalan tersebut sudah selesai dibuka sekitar tahun 2016 lalu. Bahkan, sudah banyak masyarakat yang tinggal di sekitar jalan.

Pantauan Padang Ekspres, JLDK Padangpariaman yang teraspal hanya untuk menuju Stadion Utama Sumatera Barat di Nagari Sikabu, Kecamatan Lubukalung. Selebihnya, kondisi jalan masih berupa tanah. Parahnya dominan jalan sangat tidak layak di lalui masyarakat.

Kendati demikian, di pinggir JLDS tersebut, kian berkembang rumah bahkan perumahan. Ada juga warga yang membuka warung di dekat jalan. Pasalnya, mereka yakin apabila jalan milik Provinsi Sumbar itu selesai, potensi ekonominya sangat besar.

Salah seorang warga Nagari Sikabu, Marodaik, 57, yang menyerahkan lahannya untuk pembangunan JLDS tersebut mengatakan, jalan lingkar itu memang sangat dibutuhkan masyarakat.

Untuk itulah menurutnya masyarakat bersedia memberikan lahannya untuk pembangunan jalan itu. “Banyak masyarakat yang saya lihat sudah mulai menggunakan lagi lahan itu untuk bertani,” ujarnya.

Hal itu menurutnya dilakukan masyarakat lantaran pemerintah tampak tidak bulat tekad soal pembangunan infrastruktur tersebut.

Baca Juga:  PMK Menyebar di Sumbar! Setelah Sijunjung, Ada Temuan di Padangpariaman

Terlebih, dia melihat sekarang Pemprov Sumbar lebih gencar mewujudkan program Pemerintah Pusat terkait pembangunan Tol Padangpariaman-Pekanbaru.

“Provinsi buat jalan lingkar. Pusat membuat jalan tol. Ini saja melihatkan pemerintah tidak satu wacana. Padahal yang paling dibutuhkan masyarakat kecil itu bukan tol, tetapi jalan lingkar ini,” ujarnya.

Risman, 42, warga lainnya yang tinggal di dekat JLDS itu mengatakan, warga merelakan tanahnya untuk pembangunan JLDS, karena yakin bisa berdampak terhadap perekonomian mereka. Nyatanya harapan itu pudar lantaran pembangunan JLDS yang tampak mandek.

“Kalau tahu begini pembangunan jalan lingkar, lebih baik masyarakat tetap gampang dalam akses. Namun setelah dibebaskan, jalan sangat berbahaya dilewati karena banyak timbunan yang rusak,” ujarnya.

Untuk itu, Risman berharap agar Pemprov Sumbar memperlihatkan komitmennya dalam merampungkan JLDS itu. Terlebih Gubernur Sumbar sudah masuk periode kedua jabatannya.

“Dulu dibaliho gubernur (zaman Irwan Prayitno, red) klaim berhasil seluruh pembangunan. Lihat kenyataannya di sini, tidak ada yang rampung. Contohnya jalan lingkar dan main stadion,” tukasnya. (apg)