Terumbu Karang Taman Wisata Pulau Pieh Menuju Pemulihan

60

Tren pemulihan kondisi terumbu karang di Kawasan Taman Wisata Perairan Pulau Pieh dan sekitarnya, menunjukkan hasil yang cukup positif. Sebelumnya, terjadi pemanasan global yang mengakibatkan pemutihan terumbu karang di kawasan itu pada tahun 2016.

Hal itu diungkapkan Kepala LKKPN Pekanbaru Fajar Kurniawan, pada acara workshop Pemodelan Sistem Dinamik Resiliensi Terumbu Karang yang digelar secara online di Jakarta, Selasa (8/12/2020).

Workshop diikuti berbagai kalangan dari LIPI, KKP, Perguruan Tinggi, LSM, Peneliti dan berbagai masyarakat pemerhati karang.

Fajar menuturkan, kawasan seluas 39.900 hektare itu meliputi Pulau Bando, Pulau Air, Pulau Pandan, Pulau Toran. Berdasarkan data LIPI 2014, luasan terumbu karang seluas 521 hektare, juga tidak luput dari fenomena pemutihan terumbu karang yang terjadi tahun 2016.

Dari data series tahun 2010 kondisi terumbu karang hanya 24.08% dan sampai tahun 2015 kondisi terumbu karangnya menunjukkan pertumbuhan yang meningkat yakni mencapai 40.79%.

“Pascapemutihan yang terjadi tahun 2016 hasil monitoring terjadi penurunan menjadi 28.72%. Secara umum, kondisi terumbu karang di dalam kawasan TWP Pieh bisa dikatakan tengah mengalami pemulihan pascakejadian pemutihan di tahun 2016 dan serangan bintang laut berduri di tahun 2017-2018. Ada kenaikan tutupan karang sebesar 8,45 % pada periode 2016-2020,” jelas Fajar.

Peneliti senior Pusat Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sam Wouthuyzen dalam paparannya menyebutkan, bahwa pemutihan karang terjadi akibat fenomena El Nino dan berdampak buruk bagi terumbu karang.

“El Nino menaikkan suhu laut 1-2˚C selama 4-8 minggu, sehingga koral stres, zooxanthela dilepas, koral memutih dan bisa mati, dan di perairan Indonesia sedikitnya telah terjadi empat kali yakni tahun 1982-1983, 1996-1997, 2010 dan 2015-2016,” tutur Sam.

Sam menambahkan, kejadian pemutihan karang dapat dengan sangat mudah dideteksi dan dipantau menggunakan data Suhu Permukaan Laut malam hari dari Citra satelit MODIS.

Suhu laut dapat menyebabkan pemutihan terumbu karang, tetapi durasi pemutihan di Perairan Indonesia tidak Lama sekitar 2-3 bulan, setelah itu suhu permukaan laut akan menurun karena adanya fenomena upwelling yang menurunkan suhu laut, dan hal ini merupakan mitigasi alam.

“Ekosistem terumbu karang di kawasan TWP Pulau Pieh sudah berkali-kali mengalami pemutihan, tetapi koral dapat memulihkan dirinya,” tambah Sam.(im/*).