Antusiasme Pelajar Ikut Vaksinasi, Komitmen Cegah Penyebaran Covid-19

18
BERSEMANGAT: Salah satu siswa SMA 1 Batang Anai, Padangpariaman bersemangat ntuk disuntik vaksin, kemarin (14/7).(IST)

Program vaksinasi Covid-19 saat ini telah menyasar pelajar tujuannya mencegah penyebaran Covid-19 dan menciptakan generasi emas 2045.
Di Padangpariaman para pelajar tersebut antusias divaksin, meski ragi-ragu dan takut, mereka berkomitmen ikut mencegah penyebaran virus.

Kemarin (14/7) vaksinasi digelar di SMA 1 Batang Anai Padangpariaman. Para pelajar di sana, jauh-jauh hari sudah diedukasi terkait vaksinasi tersebut. Mereka ada yang takut untuk disuntik vaksin, mendapat dorongan dari kawan mereka, akhirnya mereka memberanikan diri. Ada juga yang ragu-ragu dan menangis saat disuntik.

Meski begitu tetap bersemangat mengikuti program pemerintah itu.“Semua demi kebaikan kita bersama, makanya harus divaksin,” sebut salah satu siswi.

Sementara itu, pelajar lainnya menyebut tidak takut untuk divaksin. Menurutnya dengan melakukan vaksinasi, maka dirinya sudah ikut berperan mencegah penyebaran Covid-19. Meski ragu dan ada ketakutan saat disuntik, namun ia yakin vaksin aman karena sudah teruji dan banyak yang ikut vaksinasi.


Ia ingin agar kehidupan kembali normal dan virus cepat hilang, maka itu ia ikut menyukseskan program vaksinasi tersebut. “Saya hanya berharap Covid-19 ini cepat hilang,” harapnya.

Dalam penanganan dan mencegah penyebaran virus, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melakukan vaksinasi untuk 1000 pelajar SMP dan SMA di Kabupaten Padangpariaman.
“Kegiatan ini dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Kita di Sumatera Barat melaksanakan di SMA 1 Batang Anai Padang Pariaman dan juga ada tingkat SMP,” kata

Wakil Gubernur Audy Joinaldy saat meninjau vaksinasi massal untuk pelajar dan masyarakat Padangpariaman di SMAN 1 Batang Anai Padangpariaman, Rabu (14/7).

Wagub mengatakan, Sumbar menjadi salah satu daerah dari 14 provinsi yang dipilih untuk melaksanakan program vaksinasi bagi pelajar. Provinsi itu di antaranya DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta Riau, Kepulauan Riau, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan dan Papua. Program itu sejalan dengan upaya Pemprov Sumbar untuk meningkatkan capaian vaksinasi sesuai target sebanyak 874.698 orang.

Baca Juga:  Nagari Panyalaian Berikan Penghargaan pada Kapolsek dan Danramil 05

Audy menyebut, vaksinasi bagi generasi muda itu sangat penting karena mereka adalah calon pemimpin bangsa yang akan menunjang masa depan Indonesia pada masa emas 2045. Ia pun mengapresiasi antusias para pelajar di Padangpariaman yang menyukseskan program vaksinasi.

Ia mengatakan, saat ini antusiasme masyarakat Sumbar untuk ikut vaksin sangat tinggi. Bahkan 320 ribu dosis vaksin yang dikirimkan ke Sumbar sudah hampir habis 100 persen. “Kita sudah minta tambah 6.400 dosis untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi bagi masyarakat Sumbar,” katanya.

Saat meninjau SMAN 1 Batang Anai tersebut, Wagub Audy yang didampingi Kabag Dukops Binda Sumbar, Kepala Sekolah SMAN 1 Batang Anai serta unsur Forkopimda Sumbar mengikuti via zoom dengan Presiden Republik Indonesia.

Dalam zoom tersebut Presiden Joko Widodo mendorong agar program vaksinasi untuk para pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dapat dipercepat sehingga tercipta kekebalan komunal dan terhindar dari pandemi Covid-19.

“Kita ingin mendorong agar vaksinasi ini semuanya bisa dipercepat sehingga bisa tercapai kekebalan komunal dan kita bisa terhindar dari Covid-19,” ucap Presiden.

Presiden Jokowi pun mengapresiasi kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan kepada 15 ribu pelajar SMP dan 15 ribu pelajar SMA di 14 provinsi itu.

Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dalam laporannya menyebut bahwa BIN memberikan perhatian yang serius kepada program vaksinasi untuk para pelajar. Kepala BIN meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi bagi pelajar di SMP Negeri 103 Jakarta bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

“Badan Intelijen Negara sangat memberikan perhatian yang serius pada vaksinasi Covid-19, khusus untuk anak-anak usia 12 hingga 18 tahun, terutama pelajar SMP dan SMA yang merupakan generasi penerus dan menjadi tulang punggung bangsa dan negara Republik Indonesia ke depan,” ujar kepala BIN. (***)