Prospek Ayam Petelur Terbuka Lebar di Sumatera Barat

72

Prospek bisnis ayam petelur di Sumatera Barat masih terbuka lebar karena jumlah konsumsi masyarakat Indonesia perkapita per tahun diyakini masih akan tumbuh. Sekarang konsumsi telur masyarakat Indonesia 120 butir per kapita per tahun. Bandingkan dengan konsumsi Malaysia yang sudah 330 butir per kapita per tahun. Artinya konsumsi telur sangat mungkin terus tumbuh.

Hal ini dikatakan Wakil Gubernur Sumbar, Audy Joinaldy saat meresmikan Koperasi Rancak Basamo Kayutanam peternak ayam petelur di Kabun Dotor Kayutanam, Kecamatan 2X11 Kayu Tanam, Kabupaten Padangpariaman, Rabu (16/6/2021).

Audy yang sebelum menjabat Wakil Gubernur Sumbar bergelut dalam usaha peternakan unggas di Indonesia bagian timur mengatakan hingga saat ini telur adalah sumber protein hewani yang paling murah per gram dibandingkan tempe, tahu, ikan apalagi daging.


“Jika pertumbuhan konsumsi telur itu 10 butir saja per kapita per tahun maka dibutuhkan 2,1 miliar telur untuk memenuhi kebutuhan telur masyarakat Indonesia. Telur juga berpotensi untuk memerangi stunting sehingga usaha peternakan ayam telur patut didukung perkembangannya,” ungkapnya.

Baca Juga:  BNN Sumbar Gagalkan Pengiriman Ganja via Jasa Ekspedisi dari Medan

Ia mengatakan saat ini Sumbar adalah provinsi peringkat tujuh nasional sebagai daerah populasi ayam peternak terbanyak, di bawah Sulawesi Selatan dengan populasi sekitar 14 jutaan.

Limapuluh Kota dan Payakumbuh masih menjadi sentra. Namun Tanahdatar, Sijunjung dan Padangpariaman juga mulai tumbuh. Ia mengingatkan agar zonasi dan populasi ayam diatur oleh pemerintah daerah agar produksinya bisa maksimal.

Ia juga mendukung penuh para peternak tergabung di dalam koperasi yang memiliki asas kekeluargaan. Dalam koperasi para peternak bisa saling belajar dan menguatkan bahkan bisa mendapatkan bantuan.

Bupati Padangpariaman Suhatri Bur mengatakan peternakan ayam petelur di daerah itu diharapkan bisa mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah.

Saat ini informasi dari para peternak, populasi ayam di daerah itu sudah mencapai 500 ribu ekor. Ia berharap jumlah itu bisa terus tumbuh. Bupati juga mengingatkan agar koperasi harus berbadan hukum supaya tidak bermasalah di kemudian hari. (hms)