Hari Pertama, Satu Kafilah Sumbar Masuk Semifinal

80
Para kafilah asal Sumbar tampil di hadapan para penonton yang hadir dalam pembukaan MTQ Nasional ke-28, di Stadion Utama Sumbar, Sabtu malam (14/11). Iven yang diikuti 32 provinsi ini dibuka secara virtual oleh Presiden RI Joko Widodo. (IST)

Pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXVIII yang mulanya diprediksi bakal sepi lataran pembatasan pengunjung di Stadion Utama Sumbar, Nagari Sikabu, Kabupaten Padangpariaman, Sabtu malam (14/11), ternyata tetap ramai dihadiri masyarakat. MTQ Nasional XXVIII yang berlangsung di tengah pandemi Covid-19 ini, membutuhkan kesungguhan dalam proses perencanaan dan pelaksanaannya.

Presiden Joko Widodo sewaktu membuka MTQ Nasional XXVIII secara virtual berpesan bahwa penyelenggaraan MTQ wujud keinginan kuat membumikan ajaran Al Quran dan menegakkan syiar Islam. Tujuannya, memperkokoh nilai-nilai agama dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat dan berbangsa.

”Bagi kaum muslimin, Al Quran sumber petunjuk dan pedoman hidup yang aktual sepanjang masa berisi nilai-nilai luhur universal yang sejalan dengan fitrah manusia hanif. Al Quran mengajak semua manusia untuk bekerja sama dalam ketakwaan dan kebaikan,” ujar Presiden sebagaimana ditayangkan pada kanal YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu malam.

Dalam mengamalkan ajaran Al Quran, sudah sepatutnya umat Islam meneladan pribadi Nabi Muhammad yakni kepribadian dengan kemuliaan akhlak yang bersumber dari Al Quran, menebarkan kasih sayang, dan menjauhkan diri dari perkataan serta perbuatan yang menyakiti sesama.

Dalam MTQ Nasional di Sumbar akan tampil qori-qoriah, hafiz-hafizah dan mufassir-mufassirah terbaik dari seluruh Indonesia. Presiden memandang para peserta sebagai generasi muda yang siap berkompetisi secara sehat, berlomba meraih prestasi, serta berkontribusi dalam membangun kualitas sumber daya umat yang unggul, kompetitif, dan berkarakter Islami sebagaimana akhlak Rasulullah.

”Dengan demikian, MTQ tidak semata-mata wahana untuk berlatih dan berlomba membaca Al Quran, tapi jalan untuk mengedukasi umat untuk semakin mencintai dan membumikan Al Quran, meningkatkan kesadaran beragama yang lebih humanis dan terbuka, dan juga sangat penting, sebagai bentuk dakwah untuk menyempurnakan akhlak kaum muslimin dan muslimat,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, Presiden juga menyampaikan selamat dan terima kasih kepada pemerintah daerah dan masyarakat Sumbart atas keramahan, kehangatan, serta antusiasme dalam menyambut penyelenggaraan MTQ Nasional ke-28 tahun 2020.

Sementara itu, Menteri Agama RI Fachrul Razi pada pembukaan MTQ Nasional yang langsung hadir di Stadion Utama Sumbar, Nagari Sikabu, Kabupaten Padangpariaman mengatakan, nantinya pelaksanaan iven ini sudah menjadi komitmen dan kedisiplinan untuk menerapkan standar protokol kesehatan secara ketat.

Dia mengapresiasi semua pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan penyelenggaraan di Sumbar. ”Meskipun dilaksanakan dalam kondisi penuh keprihatinan dan kewaspadaan, semoga tidak akan menghilangkan substansi dan nilai syiar dari pelaksanaan MTQ Nasional ini,” tutupnya.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno selaku Ketua Umum Panitia MTQ Nasional XXVIII mengatakan, MTQ kali ini merupakan MTQ kedua bagi Sumbar selaku tuan rumah, setelah terakhir dilaksanakan pada 37 tahun silam, tepatnya pada tahun 1983.

”Kami ingin memberikan pelayanan terbaik demi suksesnya penyelenggaraan MTQ Nasional. Hari ini pembukaan di-setting secara luar biasa dengan pendekatan adat Minang yang berfilosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dan tentu dengan pendekatan Islam,” jelasnya.

Berkaitan pandemi Covid-19, Gubernur Irwan menyampaikan permohonan maaf atas kekurangnyamanan seluruh kafilah MTQN terhadap penerapan protokol kesehatan secara ketat. ”Kami mohon maaf membuat tidak nyaman para peserta, kami melakukan pengetatan untuk berbagai kegiatan agar kita tetap sehat,” terangnya.

Pada MTQ Nasional yang mengusung tema ”Mewujudkan SDM Unggul, Profesional dan Qurani untuk Indonesia Maju” ini, Irwan juga mengajak semua pihak bisa merefleksikan zikir dan tafakur untuk membangun akhlak dan peradaban. ”Kepada seluruh peserta tentu kita harapkan agar berlomba secara sehat, dan insya Allah akan menjadi yang terbaik. Selamat berlomba para kafilah, berikanlah yang terbaik,” imbau Gubernur.

Irwan juga berharap dewan hakim adil, profesional dan objektif. ”Yang baik dan memang jadi juara, bekerja secara profesional,” harapnya. Penyelenggaraan MTQ Nasional XXVIII diikuti oleh 1.476 orang peserta dari 32 provinsi dengan jumlah kafilah 2.086 orang, serta melibatkan 135 dewan hakim, 26 panitera, tujuh orang pengawas, plus 43 orang ofisial dari pusat. Turut hadir sejumlah pejabat teras Kementerian Agama RI, Kanwil Kemenag Sumbar, unsur Forkopimda Sumbar, jajaran Pemprov Sumbar, bupati/wali kota se-Sumbar dan sejumlah tokoh masyarakat.

Satu Cabang Tembus Semifinal
Di hari pertama, kemarin (15/11), kafilah Sumbar dilaporkan unggul di sejumlah cabang yang diperlombakan. Di babak penyisihan cabang lomba Fahmil Quran (MFQ) tingkat putra yang digelar di Auditorium UNP, lolos dari babak penyisihan. Bahkan di kelompok Fahmil Quran tingkat putra tersebut, perwakilan Sumbar masuk babak semifinal.

”Alhamdulillah, kafilah berhasil meraih nilai tertinggi yakni 1.810. Hal ini langkah baik bagi kafilah kita. Target selanjutnya adalah masuk final dan incar emas,” ujar Kepala Biro Bina Mental dan Kesra Setprov Sumbar, Syaifullah kepada Padang Ekspres, kemarin (15/11).

Di kelompok ini, kafilah Sumbar berhasil mengungguli Papua Barat dengan 450 dan Sultra dengan skor 650. Saat ini, kelompok Fahmil Quran tersebut tinggal menunggu jadwal pertandingan semifinal menghadapi provinsi yang juga lolos babak tersebut.

Untuk cabang tilawah golongan Qiraat Sab’ah Murattal tingkat remaja, umbar berada pada peringkat 4 dengan nilai 95. Nilai tertinggi sementara dipegang Sulawesi Selatan, menyusul Banten dan DKI Jakarta. Cabang tilawah golongan Qiraat Sab’ah Murattal tingkat dewasa, Sumbar juga berada di peringkat 4.

Pada cabang tilawah golongan tuna netra, kafilah Sumbar atas nama Jusmiarni berhasil berada pada posisi ketiga dengan nilai 93. ”Mudah-mudahan kafilah ini nantinya bisa menyusul ke semifinal,” ujarnya.

Di hari pertama MTQ Nasional ini, tambah dia, sebanyak 24 kafilah Sumbar tampil penuh percaya diri dan semangat. Tidak ada beban mental yang dirasakan kafilah. Hal itu juga tidak terlepas dari tim pelatih dan pendamping yang solid memberi arahan. ”Ke-24 kafilah Sumbar ini tampil di delapan cabang MTQ yang diperlombakan,” ujarnya.

Untuk hari kedua Senin (17/11) ini, sebanyak 28 kafilah juga akan bertanding pad setiap cabang yang diperlombakan. Ia berharap, seluruh kafilah tetap semangat berjuang dan selalu kompak. (wni/apg/a)