Senator Motivasi Karang Taruna, Dorong Wali Nagari Geliatkan Bumnag

7

Wali nagari bersama perangkat dan masyarakat Nagari Balah Aie Timur, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padangpariaman dimotivasi Anggota DPD RI Leonardy Harmainy Dt Bandaro Basa.

Leonardy mendorong diaktifkan kembali Lapangan Bola Kaki Pacuan Kuda Paguah Duku. Keberadaan lapangan itu diyakini bakal mampu mendongkrak perekonomian masyarakat di sana dan sekitarnya.

“Lapangan bola kaki di Pacuan Kuda Paguah Duku ini sebaiknya dihidupkan lagi. Tadi saya melihat lapangan tersebut tidak terawat lagi,” ujar Senator Leonardy saat berkunjung ke nagari itu.

Leonardy menegaskan bahwa zaman saisuak, sekitar 40 tahun lalu, lapangan bola kaki di pacuan kuda Paguah Duku itu terawat dengan baik, rapi. Senang mata memandangnya.

Dikatakannya, setiap ada pertandingan bola kaki atau pacuan kuda selalu ramai. Pedagang pun antusias memanfaatkan momen itu. “Perekonomian menggeliat di iven kedua olahraga tersebut. Pedagang bersemangat lantaran transaksi jual beli yang mereka peroleh,” kata Ketua Badan Kehormatan DPD RI itu.

Diceritakanlah oleh Leonardy bahwa sewaktu muda dulu dia sering ke Paguah Duku, melihat dan bermain dengan kuda pacu. “Saya menyaksikan sendiri efek ekonomi dari lapangan boka dan iven pacuan kuda Paguah duku,” ungkapnya.

Kepada wali nagari diharapkan Leonardy untuk menggeliatkan lagi ekonomi di Paguah Duku.

Sekaitan laporan Anggota Karang Taruna, Doni yang menyebutkan lapangan bola kaki tidak bisa dipakai lagi. Menurut Doni, di tengah lapangan ada beton yang dibuat saat Porprov dulu.

Leonardy meminta Karang Taruna sebagai organisasi kepemudaan jadi motor penggerak. Pemuda di nagari dimintanya  membuka beton itu kembali agar lapangan bisa dimanfaatkan lagi.

“Jika pemuda butuh alat berat, pemuda bisa berkoordinasi dengan wali nagari. Wali nagari membuat surat peminjaman alat berat ke dinas terkait. Dukung wali nagari, buat hal-hal yang belum ada dengan inovasi dari kaum muda di sini,” ujar tokoh yang pernah jadi Ketua DPRD Sumbar itu.

Wali nagari Suriadi bisa mengeluarkan anggaran untuk keperluan itu karena pembangunan sarana dan prasarana olahraga merupakan salah satu prioritas penggunaan dana desa.

Baca Juga:  Bersama Jurnalis Perempuan, Nevi Santuni Anak Panti Asuhan Aisyiah

“Sangat disayangkan ketika nagari punya potensi namun tidak dimanfaatkan dengan baik. Sudah ada stadion mini, tinggal menambah bangku penonton di sisi satunya lagi. Akan banyak iven pertandingan yang mendatangkan pemasukan bagi nagari dan pemuda sebagai penyelenggaranya,” jelasnya.

Leonardy mengingatkan, untuk meningkatkan lapangan itu menjadi stadion mini, wali nagari bisa mengajukan permohonan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga. “Ingat, libatkan pemuda dalam pengelolaannya jika Bumnag belum bisa direalisasikan di Balah Aie Timur ini,” tegasnya.

Sekaitan kepemilikan lapangan, Leonardy menyarankan agar Camat VII Koto Sungai Sariak, Imra Usni untuk memfasilitasi teknis pengelolaan lapangan tersebut oleh Nagari Balah Aie Timur, Balah Aie dan Balah Aie Utara.

Lebih menguntungkan, niniak mamak ketiga nagari itu tetap satu yang tergabung di KAN Balah Aie. “Saat ini bulan puasa pula. Insya Allah lebih mudah mencapai mufakat,” kata pria yang akrab disapa Bang Leo itu.

Senator asal Sumbar itu juga mendorong Nagari Balah Aie Timur agar memeratakan pertumbuhan ekonominya. Wali nagari bisa memanfaatkan Bumnag.

“Wali nagari anggarkan dari Dana Desa untuk modal Badan Usaha Milik Nagari (Bumnag). Bumnag ini dikelola dengan baik sehingga memberikan keuntungan. Keuntungan ini bisa untuk kegiatan-kegiatan yang tidak bisa menggunakan dana desa,” ujarnya.

Bumnag bisa membibitkan tanaman produktif yang bernilai jual tinggi. Apakah pinang, durian, manggis dan porang yang amat dibutuhkan Jepang.

Pembibitan membuka lapangan kerja, lalu bibit yang sudah layak tanam dibagikan ke masyarakat untuk ditanami di lahan masing-masing. Ini juga membuka lapangan kerja sekaligus mengolah lahan tidur di nagari.

Bisa juga, tanaman kelapa yang sudah tua saat ini mulai disisip dengan tanaman yang dibibitkan Bumnag ini. Ketika panen, Bumnag membelinya untuk mempertahankan harga tidak anjlok saat panen raya.

“Dengan cara ini, ekonomi perlahan akan tumbuh secara merata di Balah Aie Timur,” pungkasnya. (rel)

Previous articleKisah Wali Kota Jemput Dhuafa, Ajak Berbuka dan Nginap di Rumah Dinas
Next articleFahira Idris Yakin Polri Mampu Tangkap Jozeph Paul Zhang