Gadis 16 Tahun Digilir Tiga Pria, Otak Kejahatan Masih DPO

91
JUMPA PERS: Kasat Reskrim Polres Padangpariaman AKP Agustinus Pigai, saat memberikan keterangan terkait kasus pemerkosaan yang dilakukan TS dan FP yang berdiri di belakangannya, kemarin.(ARIS PRIMA G/PADEK)

Dua pemuda di Nagari Kuraitaji, Kecamatan Nansabaris saat ini ditahan di Mapolres Padangpariaman. Keduanya ditangkap jajaran petugas kepolisian saat berada di Korong Bayua, Nagari Pauhkamba, Kecamatan Nansabaris, pada Rabu (15/2) sekitar pukul 17.00.

Kedua pria itu berinisial TS, 21, dan FP, 21. Mereka diduga telah melakukan tidak pidana pemerkosaan terhadap seorang gadis berusia 16 tahun. Hal ini sebagaimana dilaporkan keluarga korban, dalam Laporan Polisi Nomor: LP/B/17/II/2023/Polres Padang Pariaman/Polda Sumbar, tanggal 6 Februari 2023.

Namun, informasi yang dirangkum Padang Ekspres dari Polres Padangpariaman, TS dan FP bukanlah otak dari tindakan pemerkosaan tersebut. Biangkeroknya yaitu seorang pemuda berinisial RZ, 21, yang kini dalam status buron.

Kapolres Padangpariaman, AKBP M Qori Oktohandoko, melalui Kasat Reskrim AKP Agustinus Pigai, menjelaskan bahwa tindakan pemerkosaan tersebut berlangsung pada Agustus 2022 lalu. Kejadian awalnya, korban berkenalan dengan RZ via media sosial.

“Korban ini tinggal di Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padangpariaman. Korban mengenal RZ lewat Facebook, dan terjali hubungan pertemanan,” jelas Agustinus.

Dari hubungan itu, korban dan RZ pun melakukan pertemuan di kediaman TS yang berada di Korong Paguahduku, Nagari Kuraitaji. Pertemuan itu ternyata petaka bagi korban. Pasalnya, RZ bukanlah pria baik-baik, karena sudah merencanakan perbuatan tak senonoh terhadap korban.

Baca Juga:  Safari Ramadhan, Suhatri Bur Bicara Prestasi

“RZ ini diduga yang pertama kali melakukan tindakan pemerkosaan terhadap korban di rumah tersanka TS tersebut,” ungkap AKP Agustinus.

Setelah puas melampiaskan nafsu bejatnya, RZ pun menyerahkan korban kepada TS. Lalu, TS pun turut melakukan tindakan menyetubuhi korban secara paksa. “Tidak sampai di situ, keesokannya, RZ melakukan hal yang sama kepada koban. Namun tidak saja kepada dan TS, korban juga digilir ke tersangka FP,” paparnya.

Tindakan itu berulang kali dilakukan RZ, TS dan FP, lantaran korban disekapnya selama 2 minggu. “Jadi akibat tindakan ini, korban pun hamil hingga berhenti dari sekolahnya. Sekarang korban pun hamil 6 bulan,” ucap Agustinus.

Pihak keluarga yang tak tahan melihat derita korban, memutuskan untuk melaporkan RZ, TS dan FP ke Polres Padangpariaman. Dalam waktu singkat, TS dan FP pun berhasil diamankan. “Kalau RZ kita masukkan ke dalam DPO (Daftar Pencarian Orang),” ungkapnya.

Terhadap para tersangka yang sudah diamankan, yakni TS dan FP, katanya terancam dijerat Pasal 81 Ayat (1), (2), (3), jo Pasal 76 D Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. “Ancaman hukum maksimal terhadap para tersangka yaitu 15 tahun penjara,” ujarnya. (apg)