Polres Padangpariaman Tunda Serahkan Tersangka Penyerobot Lahan ke Kejari

34

Kapolres Padangpariaman AKBP M. Qori Oktohandoko, SIK, MH 

Pembebasan jalan Tol nampaknya menjadi “santapan” bagi sekelompok orang untuk menguasai lahan milik orang lain, yang berindikasi untuk mendapatkan ganti rugi dari pihak pengelola atau pemerintah.

Salah satu permasalahan yang kini sedang ditangani oleh Polres Padangpariaman adalah dugaan penyerobotan lahan di Kecamatan Batang Anai, tepatnya di perbatasan Nagari Buayan dengan Lubuk Alung, Polres menangani masalah ini atas laporan Sudirman, seorang pemilik atau kuasa pemilik lahan yang melaporkan Mon Syarif, Efrizal, dan pengacara mereka, Bakri Abdullah.

Kapolres Padangpariaman AKBP M. Qori Oktohandoko, SIK, MH, ketika dikonfirmasi awak media, Kamis (24/3/2022), mengatakan, para terlapor sudah selesai pemberkasannya dan bahkan beberapa waktu lalu sudah akan diserahkan kepada Kejaksaan Negeri Padangpariaman.

Namun ketika akan dilakukan pelimpahan barang bukti dan tersangka, ternyata salah seorang tersangka dalam keadaan sakit. Hasil pemeriksaan tim medis, tensi darahnya mencapai 194, sehingga sesuai hukum acara pidana tidak dimungkinkan melakukan proses terhadap seorang yang dalam keadaan sakit.

“Pada waktu itu kita akan serahkan ke Kejari Padang Pariaman, namun salah seorang dalam keadaan sakit dengan tensi 194. Kita jelas tak ingin mengambil risiko dengan menyerahkan tersangka yang sedang sakit, maka kita ambil keputusan untuk menunda terlebih dahulu. Jika dalam pemeriksaan berikutnya tersangka sudah sembuh, maka segera kita serahkan ke kejaksaan, karena BAP sudah selesai,” tutur Qori.

Ditambahkan Kapolres, para tersangka tersebut terjerat dalam kasus dugaan memasuki dan mengelola lahan orang lain tanpa izin, dengan maksud menguasai atau mendapatkan keuntungan pribadi.

Baca Juga:  Enam Aset Vital Telah Menjadi Milik Pemko Pariaman

“Tersangka diduga memasuki dan mengelola lahan milik orang lain, dengan maksud menguasai atau mendapatkan keuntungan dari perbuatan tersebut, seperti yang dilaporkan.pemilik lahan,” tambah AKBP Qori.

Pernyataan Kapolres Padangpariaman diperkuat oleh Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol. Satake Bayu Setyanto. Ditegaskan Kombes Satake, proses hukum terhadap terduga pelaku pelanggaran atau kejahatan tidak akan pernah terhenti, apalagi memiliki indikasi terhambatnya program pembangunan infrastruktur pemerintah.

“Kita selalu berkordinasi dengan Polres setempat dan menanyakan perkembangan yang terjadi, sehingga kita meyakini tidak ada yang bermain dalam hal ini, apalagi berkaitan dengan program pemerintah,” tambah Kombes Satake.

Ketegasan Kapolres Padangpariaman dan Kabid Humas Polda Sumbar ini, diapresiasi oleh Syafrizal Ucok, mediator ganti-rugi jalan Tol dari Pemprov Sumbar. Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Sumbar, merespons kinerja Kepolisian dalam melakukan pembebasan lahan jalan Tol, sehingga sangat yakin bila ada pelanggaran hukum pasti akan ditindak atau diproses sesuai aturan berlaku.

“Kita sangat yakin kalau semua pelanggaran hukum yang akan berakibat semakin rumitnya proses ganti untung lahan untuk pembangunan jalan tol, akan diproses oleh pihak penegak hukum sesuai aturan berlaku,” tutur Syafrizal.

Sementara itu pihak Kejaksaan Negeri Pariaman sejak awal sudah siap untuk melanjutkan proses tersebut ke Pengadilan Negeri. Saat ini tinggal menunggu penyerahan barang bukti dan tersangka dari Polres Padangpariaman. (*)