Angkot dan Bus Trans Padang Boleh Lewat

Penutupan akses lalu lintas masuk ke Kota Padang di perbatasan Jalan Adinegoro, Kelurahan Padangsarai, Kecamatan Kototangah resmi diberlakukan, Selasa (31/3). Penutupan akses masuk di perbatasan Kota Padang dan Padangpariaman tersebut sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19 ke Kota Padang.

Pantauan Padang Ekspres, marka dan papan pemberitahuan akses Jalan Adinegoro dipasang di dua lokasi yaitu di bawah jembatan layang Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan di batas kota Jalan Adinegoro.

Kendaraan bermotor yang tetap melalui jalan menuju batas Kota Jalan Adinegoro, terpaksa diberhentikan oleh petugas yang berjaga di pos pemeriksaan kesehatan dan disuruh putar balik untuk melalui Jalan Bypass Padang.

Seluruh kendaraan pribadi, travel dan angkutan umum dari luar daerah Kota Padang tidak bisa melalui Jalan Adinegoro. Namun bagi angkot, bus Trans Padang, dan angkutan pembawa logistik diperbolehkan masuk melalui Jalan Adinegoro.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Dian Fakri mengatakan, penutupan pintu masuk Kota Padang di Jalan Adinegoro sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di Kota Padang.

Seluruh kendaraan yang biasanya bisa masuk ke Kota Padang melalui jalan tersebut, dialihkan ke Jalan Bypass sehingga jalan Adinegoro benar-benar ditutup. “Namun kendaraan seperti angkot, Trans Padang, dan kendaraan pembawa logistik seperti bahan kebutuhan sembako dan lainnya tetap bisa masuk di Jalan Adinegoro,” jelasnya.

Dian Fakri menuturkan, penutupan sementara akses lalu lintas di Jalan Adinegoro merupakan pembatasan secara selektif bagi pendatang yang masuk ke Kota Padang.

“Ada tiga ruas jalan yang ditutup untuk mobil pribadi, di antaranya Jalan Adinegoro, Sutan Syahrir hingga Simpang Lubeg. Bagi pendatang yang masuk ke Kota Padang, difokuskan pemeriksaan ke arah Bypass,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dian mengatakan, pengalihan dan pemeriksaan secara selektif dilakukan di jalur Bypass karena jalan Bypass tersebut memiliki ruas jalan yang luas sehingga petugas lebih mudah melakukan pemeriksaan yang dikonsentrasikan di satu tempat.

“Penutupan tiga ruas jalan utama pintu masuk ini akan diusahakan 24 jam. Semua pergerakan akses lalu lintas dilakukan di Bypass sampai wabah Covid-19 berakhir, baru akan diambil keputusan kembali. Ini merupakan keputusan Forkopimda,” ungkapnya.

Terakhir Dian mengatakan, kebijakan ini bukanlah tindakan lockdown. Ia berharap dengan upaya ini dapat meminimalisir penyebaran virus korona.

Sementara itu, salah seorang pengemudi, Ramlan, 34, mengatakan baru mengetahui adanya penutupan sementara Jalan Adinegoro tersebut. Ia akhirnya harus memutar balik kendaraannya ke Jalan Bypass. “Saya kebetulan dari kawasan BIM. Tiba-tiba saat di batas kota langsung disuruh balik ke Jalan Bypass karena ada penutupan,” jelasnya.

Meski terpaksa harus putar balik, namun dirinya mendukung langkah Pemko Padang tersebut untuk menutup akses lalu lintas sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19. “Mudah-mudahan wabah Covid-19 segera berakhir sehingga aktivitas kehidupan masyarakat bisa kembali normal seperti biasanya,” ungkapnya. (*)