12 Tahun Gempa 30 September, Pemko Gelar Tabur Bunga dan Doa Bersama

5
TABUR BUNGA: Wali Kota Padang, Hendri Septa menabur bunga di Tugu Gempa memperingati 12 tahun gempa bumi 30 September 2009.(ADETIO/PADEK)

Pemko Padang melaksanakan upacara tabur bunga sekaligus doa bersama dalam rangka memperingati dan mengenang bencana gempa bumi yang terjadi 30 September 2009 lalu. Kegiatan tersebut juga dalam rangka kesiapsiagaan bencana Kota Padang, kemarin (30/9).

Pantauan Padang Ekspres di Tugu Gempa, pelaksanaan kegiatan dimulai dengan doa bersama yang ditujukan kepada korban dari peristiwa gempa bumi tersebut dan doa meminta keselamatan agar dijauhi dari bencana alam.

Kemudian tepat pukul 17.15 dibunyikan sirene yang menandakan waktu ketika gempa bumi berkekuatan 7,9 SR. Selanjutnya kegiatan dilanjutkan dengan tabur bunga oleh Wali Kota Padang, Hendri Septa.

Wali Kota Padang, Hendri Septa kepada Padang Ekspres mengatakan, momen peringatan 12 tahun gempa bumi tanggal 30 September bertujuan untuk mengingat dan mengenang di Kota Padang dan Sumbar pernah terjadi gempa bumi yang meluluhlantakkan kehidupan.

“Kegiatan ini dalam rangka mengenang peristiwa yang mungkin tidak akan pernah dilupakan yakni gempa bumi berkekuatan 7,9 SR yang menimbulkan kerusakan dan korban jiwa,” katanya.

Selain itu peringatan 12 tahun gempa bumi 30 September ini juga memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat saat ini bahwasanya Kota Padang memang berada di daerah yang rawan terhadap bencana alam.

Sejak bencana besar itu terjadi sampai saat ini Pemko Padang secara umum telah belajar dan mempersiapkan berbagai hal jika nantinya bencana serupa terjadi di Kota Padang dan Sumbar pada umumnya.

Baca Juga:  Bisa Hemat Listrik!! PLTA Pico Hydro Semen Padang Hasilkan Daya 5 kW

Hendri menyampaikan, saat ini ada beberapa shelter yang dijadikan bangunan evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam tsunami. Shelter-shelter tersebut berada di lokasi yang strategis dan mudah diakses oleh masyarakat sekitar.

Kemudian pihaknya juga telah membuat sejumlah jalur evakuasi bagi masyarakat yang bertujuan agar bila terjadi bencana alam, mereka tidak panik mencari jalan untuk menyelamatkan diri.

“Kami juga telah membuat batas-batas zona bahaya bencana dan zona aman bencana di beberapa jalan di Kota Padang sehingga masyarakat tau dimana mereka harus mengungsi,” ujar Hendri.

Lebih lanjut dijelaskan, Pemko Padang juga memiliki kebijakan yakni setiap gedung atau bangunan yang akan dibangun harus memenuhi persyaratan tahan terhadap guncangan gempa. Beberapa gedung tinggi di Kota Padang sudah menerapkannya.

“Kebijakan itu bertujuan agar meminimalisir bangunan yang runtuh dan korban jiwa yang banyak ketika gempa bumi terjadi di Kota Padang,” tuturnya.

Diharapkan dengan persiapan tersebut masyarakat Kota Padang bisa selalu waspada dan memiliki pengetahuan bagaimana bersikap ketika bencana alam terjadi. (adt)