Hidupkan Padang Tempo Dulu, Kota Tua Mulai Dicat

27
BERSOLEK: Penyerahan bantuan cat secara simbolis oleh PT ICI Paints Indonesia kepada Pemko Padang, Selasa (30/11).(GILANG/PADEK)

Wali Kota Padang Hendri Septa menginginkan adanya suatu perubahan baru di kota yang ia pimpin. Salah satunya dengan melakukan revitalisasi secara bertahap Kota Tua di sepanjang Jalan Batang Arau.

Ia ingin membuat suasana kota tua kembali pada abad 19 dengan tidak meninggalkan aspek sejarah dari perkembangan kota tua itu sendiri. Sehingga nantinya kawasan tersebut dapat dikenal sebagai heritage city.

“Kota Padang merupakan salah satu kota tertua yang ada di Indonesia, saat ini saja usianya sudah mencapai 352 tahun. Dan kawasan Batang Arau inilah yang jadi cikal bakal dari Kota Padang modern. Jauh sebelum Indonesia merdeka, kapal dari luar negeri telah datang silih berganti untuk berlabuh di Batang Arau. Untuk itu kita ingin menjadikan kawasan ini sebagai heritage city. Dimana ketika seseorang datang ke sini mereka akan merasakan sebuah pengalaman yang unik dan teredukasi tentang bagaimana kota ini dahulu,” ujarnya, Selasa (30/11).

Pengecatan ulang terhadap beberapa gedung cagar budaya menjadi upaya pertama yang dilakukan Pemko Padang untuk melakukan revitalisasi kawasan Batang Arau ini. Nantinya gedung-gedung tua tersebut akan dicat menggunakan warna putih.

“Pemilihan warna ini telah kita konsultasikan dengan berbagai akademisi, sejarawan dan Komunitas Kota Tua itu sendiri. Sehingga apa yang kita lakukan sekarang ini betul-betul sesuai dengan sejarah yang ada, karena memang dahulunya gedung-gedung di kawasan ini utamanya berwarna putih,” jelas Hendri Septa.

Dimulai hari ini yang bertepatan dengan awal Desember, pengecatan ini diprediksi akan rampung dalam waktu satu bulan. Sedangkan untuk jumlah cat yang dibutuhkan sekitar 3.000 hingga 4.000 liter.

Baca Juga:  Prostitusi Berkedok Salon Terungkap, Pemilik Ditetapkan Tersangka

“Alhamdulillah dengan begitu banyak cat yang dibutuhkan, kita dibantu oleh rekan kita dari PT. ICI Paints Indonesia melalui dana CSR. Tidak hanya pada kawasan Batang Arau, tapi juga untuk jembatan Siti Nurbaya,” ucap Hendri Septa.

Profesional Brand and Sustainability Manager PT. ICI Paints Indonesia mengatakan ini adalah bentuk dari implementasi lets color project dari perusahaannya. Tidak hanya di Indonesia, tapi program ini dilakukan secara global.

“Program seperti ini sudah kita jalankan sedari tahun 2016 lalu dengan mewarnai berbagai kota menggunakan produk kami Dulux Catylac. Sebelumnya kita telah beraksi di Jakarta, Surabaya, Bandung dan Salatiga. Alhamdulillah kali ini kita berjodoh dengan Kota Padang nan cantik ini. Semoga dengan program seperti ini kita dapat membantu Pemko untuk menggeliatkan kembali kawasan Kota Tua, yang pada akhirnya berdampak baik pada berbagai sektor, utamanya sektor pariwisata,” harapnya.

Untuk menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi unggulan wisata Padang, Plt Kepala Dinas Pariwisata Padang, Raju Minropa mengaku sudah mempunyai master plan dan rencana jangka panjang pengembangan Kota Tua.

“Selepas proyek pengecatan ini, kawasan ini akan kita hidupkan dengan berbagai kegiatan menarik. Setidaknya dalam satu minggu kita usahakan untuk adanya sebuah festival di sini. Berdasarkan konsep dari wali kota yang ingin mengembalikan aura Kota Tua pada beberapa abad lalu, nanti bisa kita kembangkan festival padang tempo dulu. Jadi setiap yang ingin berkunjung ke sini harus membawa nuansa tempo dulu, baik dari pakaian, makanan, dan lain sebagainya. Kini kita masih mematangkan konsep tersebut,” tutupnya. (cr3)