Andre Beri Bantuan untuk Remaja Korban Begal di Kuranji

24

Seorang remaja, RH (17) masih meringis kesakitan di rumahnya di Balai Baru, Kelurahan Kalumbuk, Kecamatan Kuranji. Tangan dan beberapa bagian tubuhnya masih sakit dan terlihat “digendong” dengan kain khusus. Dia adalah korban pembegalan kerumunan remaja di kawasan Bypass Taratak Paneh, Kuranji, Minggu 7 Februari 2020 dini hari lalu.

Bak sudah jatuh tertimpa tangga pula, orang tua RH yaitu Arma (51) dan Eli (47) harus menanggung beban biaya berobat sampai Rp51 juta. Pasalnya, korban begal atau tawuran tidak ditanggung oleh BPJS Kesehatan. Pihak rumah sakit telah mengizinkan pulang dengan jaminan KTP dan bantuan pihak lain Rp10 juta.

Akhir pekan lalu, Anggota Komisi VI DPR RI yang mendengar kabar itu, bertolak menuju rumah korban begal tersebut. Di sana, Andre menghibur hati pasangan suami istri, Arma dan (47). Anak mereka, RH menjadi korban begal dan dirawat sepekan di RSUP M Djamil. Ternyata, biayanya Rp51 juta tak ditanggung BPJS.

“Pusing kami pak. Entah dengan apa akan dilunasi utang sebanyak itu. Sekarang KTP saya ditinggal, dan kemarin baru dibayar Rp200 ribu. Ada bantuan Rp10 juta, sekarang sekitar Rp40 jutaan lagi harus kami lunasi,” kata Eli kepada Andre Rosiade yang datang bersama Sekretaris DPD Gerindra Sumbar Evi Yandri Rajo Budiman dan tim DPD Gerindra.

Andre meninggalkan bantuan untuk keluarga itu agar bisa membantu melunasi tagihan rumah sakit RH. “Semoga ini bisa membantu meringankan beban keluarga. Memang belum lunas semua, tapi untuk angsuran ke rumah sakit sementara sudah bisa,” kata Andre yang mengaku akan mempertanyakan BPJS, kenapa korban begal tak ditanggung.

Baca Juga:  Warga Bisa Akses Wifi Gratis di Perkantoran

Andre langsung berkomunikasi dengan Komisi IX DPR RI yang merupakan mitra kerja BPJS. Bahkan juga mencoba berkomunikasi dengan BPJS langsung. “Ternyata ada Kepres (Keputusan Presiden) yang menyatakan korban begal dan sejenisnya tidak ditanggung BPJS. Untuk mengubahnya, tentu harus mengubah Kepres dulu,” kata Andre yang juga anggota dewan Pembina Partai Gerindra itu.

Pejabat Pemberi Informasi dan Dokumentasi (PPID) RSUP M Djamil Padang, Gustavianof membenarkan kalau pasien begal tak ditanggung BPJS Kesehatan. “Kami memang sudah membolehkan pulang karena keluarga pasien memang tidak mampu. Namun, tagihan tetap ada,” katanya.
Diketahui, seorang pemuda jolong gadang jadi korban begal. RH diduga dibegal segerombolan orang di kawasan By Pass Taratak Paneh. Tuhan menyelamatkannya setelah samurai tertancap di pinggang dan sejumlah tusukkan bersarang di tubuh tipisnya. Tiga jarinya nyarus putus dan pundak kirinya katanya.

Hari itu juga anak ketiga delapan saudara itu langsung dilarikan masyarakat setempat ke RSUP M. Djamil Padang. Dia pun mendapat perawatan intensif, hingga kondisinya membaik. Tak sampai di situ ketika satu masalah selesai, muncul masalah lain. Biaya pengobatan dan perawatannya selama belasan hari di M. Djamil Padang mencapai puluhan juta rupiah, setelah menjalani dua kali operasi. (*)

Previous articleGubernur Mahyeldi Tunjuk Hendri Septa Jadi Plt Wali Kota Padang
Next articlePBNU-Muhammadiyah Menolak, MUI Ambil Sikap