1.000 Napi Kemenkumham Sumbar akan Bebas Bersyarat

Kantor Kemenkumham Sumbar akan menerima pembebasan bersyarat (asimilasi). Hal itu menindaklanjuti Keputusan Menteri (Kepmen) Nomor M.HH-19.PK.01.04.04 tahun 2020 tentang pengeluaran Narapidana dan Anak Melalui Asimilasi dan Integrasi dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

Hanya saja, sebut Kepala Divisi Permasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumbar, Budi Situngkir, narapidana yang mendapat asimilasi tersebut adalah mereka yang sudah setengah mendapat jatuh tempo dimulai dari bulan sekarang 2/3 nya dibawah tanggal 31 Desember 2020 bisa asimilasinya di rumah.

“Namun, hal tersebut tidak berlaku bagi napi teroris, narkoba dan korupsi,” sebut Budi Situngkir, kemarin (1/4)

Menurut Budi, untuk hari pertama kemarin, Kantor Kemenkumham Sumbar membebaskan 180 orang narapidana di Sumbar. Mereka berasal dari Rutan Padang sebanyak 20 orang, Lapas Pariaman 6 orang, Lapas Payakumbuh 22 orang, Rutan Lubuksikaping sebanyak 10 orang.

Selanjutnya, Lapas Solok dua orang enam, Lapas Dharmasraya satu orang, Rutan Maninjau empat orang, Rutan Sawahlunto satu orang, Lapas Bukittinggi 65 orang, Rutan Painan 7 orang, Rutan Batusangkar 13 orang, Lapas Alahanpanjang 3 orang, serta Lapas Padang 26 orang.

Semua Lembaga Permasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan (Rutan) di Sumbar sedang memprosesnya. Diperkirakan 1.000 narapidana akan menerima pembebasan bersyarat (asimilasi).

“Target kita, kita perkirakan 1.000 orang dari Sumbar, kurang lebih 975, kecuali PP nomor 99 tahun 2012 atau narapidana kasus narkoba lima tahun ke atas, kasus tipikor, teroris itu tidak ikut,” tukasnya.

Disebutkannya, narapidana yang menerima pembebasan bersyarat akan menjalani asimilasi di rumah. Ini merupakan kebijakan pemerintah dalam rangka penanganan Covid-19.

“Kan biasanya asimiliasi kegiatan di luar (penjara) nih. Nah, sekarang diarahkan di rumah, dikembalikan di rumahnya. Nanti setelah di rumah sambil menunggu SK pembebasan bersyaratnya,” ungkapnya.

Ia memprediksi, dari perkiraan 1.000 narapidana tersebut, yang paling banyak menerima pembebasan bersyarat narapidana di Lapas Padang dan Rutan Padang. “Paling banyak di Lapas Padang dan Rutan. Banyak di Rutan sekitar 100, Lapas Padang 80-90. Nanti kita update karena baru ada pemberitahuan, nanti kita cek satu satu,” ulasnya.

Pembebasan bersyarat tersebut dilakukan secara bertahap. Surat keputusan pembebasan atau asimilasi akan ditandatangani oleh Kalapas. “Kita sudah diperintahkan, kalau sudah selesai bertahap silahkan dikeluarkan hari ini (kemarin-red). Hari ini sudah ada eksekusi bertahap pelan-pelan, bertahap. Semu serentak di Sumbar,” tukuknya. (*)