26 Siswa Setukpa Dipulangkan, 20 Diisolasi

Polda Sumbar melansir 26 dari 46 siswa Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Lembaga Pendidikan Polri (Lemdikpol) Sukabumi dipulangkan. Sisanya, 20 siswa menjalani isolasi. Belum diketahui secara pasti apakah yang tidak dipulangkan itu positif korona atau tidak.

”Hanya 26 siswa yang dipulangkan dari Sukabumi menjalani karantina selama 14 hari di Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Padang Besi. Memang protapnya begitu dalam penanganan korona. Setiap yang datang dari luar Sumbar harus dikarantina dulu baru kita kembalikan kepada keluarga untuk menjalani cuti pendidikan,” kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu saat dihubungi wartawan, Rabu (11/3).

Kombes Pol Satake menjelaskan untuk 20 siswa yang belum dipulangkan ke Sumbar, pihaknya belum mendapatkan informasi pasti apakah positif korona atau tidak. Pasalnya, mereka masih menjalani isolasi dan pengecekan kesehatan di Setukpa Lemdikpol Sukabumi.

”Memang kita dapat informasi ada 300 siswa yang diisolasi di Sukabumi setelah hasil rapid test dinyatakan positif korona. Tetapi, kita belum tahu, apakah 20 siswa asal Sumbar yang belum dipulangkan itu masuk dalam yang 300 orang itu, belum tahu kita,” jelas Kombes Pol Satake.

Terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Argo Yuwono mengatakan, sambil menunggu hasil tes lanjutan, 300 siswa tersebut sudah dilakukan isolasi disalah satu bangunan sekolah. Sedangkan siswa lainnya diberikan cuti, untuk melakukan karantina mandiri.

”Siswa Setukpa itu secara keseluruhan jumlah Stukpa itu ada 1.550. Kemudian ada 300 yang kita tes rapid test itu positif. Dengan sisanya ada 1.250 siswa itu cuti,” kata Argo di Setukpa Lemdikpol, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (1/4).

Selama menjalani isolasi, para siswa ini juga disokong dengan pemberian vitamin secara rutin. Selain itu, mereka juga dibawa berolahraga guna meningkatkan daya tahan tubuh dari serangan virus.

”Selain isolasi mandiri, pemberian vitamin C baik injeksi maupun tablet. Ketiga adalah ada rontgen. Dan keempat olahraga ringan, artinya berjemur,” jelas Argo.

Dengan kondisi seperti ini, Argo mengimbau kepada seluruh masyarakat yang tinggal di sekitar Setukpa agar tidak khawatir. Mengingat penanganan medis sudah dijalankan sesuai prosedur.

”Dari siswa 300 Stukpa ini yang rapid test itu sudah kita lakukan langkah-langkah kedokteran dan langkah-langkah psikologi pun sudah kita lakukan. Jadi jangan khawatir, semuanya dalam kondisi baik, dan situasi yang baik pula,” tambahnya.

Sementara itu, Kapusdokkes Polri Brigjen Pol Musyafak menambahkan, masyarakat diminta tidak salah tafsir terhadap hasil rapid test ini. Pasalnya virus yang terdeteksi ini belum tentu Covid-19. Butuh tes lanjutan guna memastikan virus yang ada di dalam tubuh.

”Perlu kita ketahui bahwa pelaksanaaan rapid test ini tidak menjamin yang bersangkutan poisitif Covid-19. Karena rapid test ini akurasinya hanya kurang lebih 80 persen dan itupun tidak khusus Covid-19,” ucapnya.

Sebelumnya, hasil rapid test terhadap 1.550 orang siswa Setukpa Lemdikpol Sukabumi, sebanyak 300 orang dinyatakan positif virus korona atau Covid-19 sehingga dilakukan isolasi di salah satu bangunan di sekolah tersebut.

Untuk mencegah penyebarannya, sisanya 1.250 siswa yang dari hasil rapid tes dinyatakan negatif diberikan cuti dengan dipulangkan ke wilayah asal pengiriman untuk melakukan karantina mandiri. (*)