Kecoh Petugas, Ngaku ODP Covid-19

Para remaja yang diduga kumpul kebo diamankan Satpol PP Padang, kemarin. Satu di antaranya mencoba mengelabui petugas dengan mengaku sebagai ODP.

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang kembali mengamankan 11 orang remaja yang diduga melakukan asusila di kos-kosan di kawasan Lubukbegalung (Lubeg), Rabu (1/4).

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, ke-11 remaja tersebut diamankan berkat laporan dari masyarakat setempat yang telah resah melihat aktivitas 11 remaja yang sering kumpul bersama dalam satu ruangan.

Di samping itu, satu dari 11 remaja yang diamankan sempat mengelabui petugas dengan mengaku sebagai Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan baru pulang dari Provinsi DKI Jakarta.

Kasatpol PP Kota Padang, Alfiadi mengatakan, 11 remaja yang diamankan itu terdiri dari 6 laki-laki dan 5 orang perempuan. Mereka diamankan di salah satu kontrakan di Kelurahan Tanjungsaba, Kecamatan Lubeg. Saat digerebek petugas, terdapat beberapa remaja sedang tidur-tiduran dan diduga aksi tersebut menjurus kepada aksi kumpul kebo.

Selain itu, saat petugas meCovid-19 Ganggu Iklim Investasi minta kartu tanda pengenal atau identitas atau buku nikah, 11 remaja tersebut tidak bisa menunjukkannya sehingga diamankan ke Mako Satpol PP Kota Padang.

Lebih lanjut Alfiadi mengungkapkan, saat diamankan, ada salah satu remaja berinisial FN, 21, mengelabui petugas dengan mengaku dirinya adalah ODP dan baru pulang dari Jakarta.

Namun setelah didata oleh PPNS Satpol PP Kota Padang, akhirnya FN mengaku dirinya warga Bukittinggi sehingga setelah didata dan diberikan pengarahan, FN langsung dikirim pulang ke rumahnya. “Kami juga menghubungi orangtua yang bersangkutan untuk memberitahukan apa yang dikerjakan oleh anaknya,” ujarnya.

Sementara untuk 10 orang remaja lainnya, dilakukan pendataan oleh PPNS Satpol PP Kota Padang dan kemudian dihubungi orangtua masing-masing dan dilakukan pembinaan.

Kemudian, dalam rangka menjaga ketertiban umum dan ketentraman masyarakat apalagi dalam masa tanggap darurat Covid-19, segala aktivitas berkumpul dan mendatangkan orang banyak tidak diperbolehkan sesuai instruksi Wali Kota Padang.

Alfiadi menegaskan, Pemko Padang serius melawan wabah Covid-19 dalam rangka menjaga masyarakat Kota Padang. Segala aktivitas berkumpul diminta membubarkan diri.

Karena wali kota Padang telah mengambil beberapa kebijakan dalam rangka menekan angka penularan Covid-19. Tentu Satpol PP sebagai garda terdepan harus melakukan pengawasan serta pemantauan. (*)