Omzet Pedagang Pasar Menurun, Harga Sembako Relatif Stabil

Ilustrasi

Pascapembatasan selektif dan menyikapi status kejadian luar biasa (KLB) virus korona atau Covid-19 di Kota Padang, harga sembako di Kota Padang masih terpantau normal. Begitupun stok sembako sejauh ini juga aman.

Pantauan Padang Ekspres di Pasar Raya Padang Selasa (31/3), sejumlah stok kebutuhan pokok masih aman dan lancar serta tak ada kepanikan warga dalam membeli sembako dalam jumlah banyak.

Pemilik Kios Cabai Anton Bur Blok II Pasar Raya Padang, Tinton Burhan, 36, mengatakan, suasana pasar seperti biasa. Hanya saja tingkat pendapatan berkurang sejak restoran dan rumah makan banyak tutup.

“Sepekan belakangan ini omzet berkurang hingga 20 persen dari hari biasannya. Untuk stok di kios masih normal dan juga harga masih stabil,” kata Tinton Burhan.

Ia merincikan harga cabai merah lokal, cabai merah jawa, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, cabai hijau, tomat dan kentang masih dengan harga stabil.

“Harga cabai merah lokal Rp 22 ribu per kilogram, cabai merah jawa Rp 24 ribu per kilogram, bawang putih Rp 34 per kilogram, bawang merah Rp 28 per kilogram, cabai hijau Rp 20 per kilogram, cabai rawit Rp 20 ribu per kilogram, tomat Rp 6 ribu per kilogram dan kentang Rp 12 ribu per kilogram,” paparnya.

Tinton mengimbau agar masyarakat tidak takut ke Pasar Raya Padang, karena sekarang kondisinya sudah bersih dan aman.
“Insya Allah, pasar juga disemprot disinfektan mengantisipasi penyebaran virus korona. Dan kami pun selaku pedagang selalu menjaga pasar tetap pasar bersih agar nyaman dikunjungi masyarakat,” jelasnya.

Senada, pedagang telur Blok II Pasar Raya Padang, Eka, 28, mengatakan harga telur ayam ras masih stabil dan juga stok masih lancar. “Harga masih stabil seperti telur ayam ras kualitas rendah Rp 39 ribu per karton, kualitas menengah Rp 41 ribu per karton dan kualitas super Rp 45 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Pedagang ayam potong Blok I Lantai II Pasar Raya Padang, Doni, 36 juga mengaku harga ayam potong masih normal biasanya.
“Harga ayam potong masih Rp 23 ribu per kilogram. Hanya saja sejak sebulan belakangan omzet menurun tajam hampir 80 persen akibat sepinya masyarakat ke pasar,” tuturnya.

Sementara itu, pedagang komoditi P&D, Sariti, 45 mengatakan harga gula pasir terus merangkak naik. Di tingkat pengecer harganya sudah menembus Rp 20 ribu per kilogram. Saat normal hanya Rp 12-14 ribu per kilogram.

“Ya, lonjakan harga gula pasir sangat signifikan. Perubahan harga mulai terjadi sejak dua hari terakhir hingga mencapai Rp 20 ribu per kilogram,” kata Sariti. (*)