Pengangguran di Padang Bertambah jadi 13%, Medi: Kemiskinan Turun

49

Pandemi Covid-19 sangat memukul dunia usaha dan perekonomian di Kota Padang. Bahkan, sejumlah perusahaan memangkas jumlah karyawan dengan pemberlakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Imbasnya, angka pengangguran meningkat.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang Medi Iswandi mengungkapkan angka pengangguran jauh meningkat sejak pandemi Covid-19 melanda.

“Selama pandemi, berdasarkan data yang dirilis BPS Kota Padang, angka pengangguran naik dari 8,6 persen menjadi 13 persen,” ujarnya, Jumat (2/4/2021).

Mantan Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang dan Sawahlunto ini menambahkan bahwa peningkatan angka pengangguran itu tidak diikuti naiknya angka kemiskinan.

“Seharusnya, angka pengangguran yang cukup tinggi itu akan bermuara pada kemiskinan. Sebab, pengangguran tidak memiliki pendapatan setiap harinya. Namun kenyataannya, setelah BPS menyampaikan kepada kami, angka kemiskinan justru menurun,” bebernya.

Angka kemiskinan yang sebelumnya 4,48%, justru turun sebesar 0,08 menjadi 4,4%.

“BPS mencatat angka kemiskinan di Padang menjadi 4,4 persen. Jadi, pengangguran meningkat, tapi kemiskinan tidak tampak,” katanya.

Penyebab turunnya angka kemiskinan di Padang karena selama masa pandemi, sikap kegotongroyongan warga Kota Padang cukup tinggi. Rasa kesetiakawanan terbilang kental. Pengangguran tidak dibiarkan menganggur tanpa mendapatkan kebutuhan hidup sehari-hari.

Baca Juga:  Warga Kota Padang Diimbau Shalat Ied di Rumah, Objek Wisata Ditutup

“Ada lembaga zakat dan saudara-saudara kita yang membantu mereka yang menganggur,” imbuhnya Medi.

Selama masa pandemi Covid-19, Wali Kota Padang mengajak badan amil zakat, dompet dhuafa dan lainnya untuk membantu siapa saja yang terimbas Covid-19. Bahkan kepala OPD dan seluruh ASN diimbau membantu warga yang terdampak. Seperti menyiapkan sembako di atas kendaraan masing-masing untuk nantinya dibagikan kepada siapa saja.

“Walau mereka menganggur, akan tetapi bahan pokok mereka tetap tersedia setiap hari, karena mereka dibantu oleh badan zakat dan lainnya,” ujar Medi.

Medi mengatakan, BPS Kota Padang telah mencatat angka pengeluaran perhari mereka yang menganggur selama pandemi. Pengeluaran rata-rata yakni Rp570 ribu/ bulan/ kapita.

“Semuanya itu terbantu dengan kehadiran amil zakat maupun infak dan sedekah warga. Itu sebabnya Kota Padang ditetapkan sebagai Kota Dermawan kemarin ini,” sebut Medi.(rel)

Previous articleMau Stimulus Listrik April-Juni 2021, Begini Caranya
Next articleGelombang Tinggi, Kapal Cepat Mentawai Fast Tunda Keberangkatan