1.000 Warga Pernah Kontak Pasien Positif Pasar Raya Padang Diuji Swab

Hasil penelusuran riwayat kontak berdasarkan pekerjaan yang dihimpun Tim Kewaspadaan Covid-19 Universitas Andalas per 30 April 2020. (Foto: Evaluasi PSBB Unand)

Pemerintah Kota Padang terus melakukan penelusuran kontak (tracking) terhadap pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Pasar Raya Padang. Kluster penularan korona terbesar di Kota Padang.

Bahkan, Dinas Perdagangan Kota Padang telah mendata dan berencana mengirimkan sekitar 1.000 nama orang, yang pernah berkontak dengan pasien positif dari kluster pasar raya.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal menjelaskan, sebelumnya telah ditemukan 36 kasus positif Covid-19 yang berasal dari pasar raya ini.

Setelah itu, pihaknya bersama tenaga medis di Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Padang melakukan tracking. Hasilnya, didapatkan sekitar 1.000 nama berdasarkan riwayat kontak pasien.

“Sekitar 1.000 nama yang akan dikirimkan datanya ke Dinas Kesehatan Kota Padang itu untuk dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan dan hidung,” kata Endrizal, Sabtu (2/5/2020).

Setelah dimbil swab, pemko mengirimkan sepsimennya ke Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang untuk diuji, apakah positif atau negatif.

“Rata-rata mereka adalah pedagang di pasar raya yang berkontak dengan 36 kasus positif yang ditemukan di kawasan tersebut. Kita sudah punya data lengkapnya by name by address (lengkap nama dan alamat). Begitu juga nomor teleponnya,” jelasnya.

Menurutnya, pemko telah melakukan pendataan dan penulusuran terhadap siapa saja yang pernah berkontak dengan pasien positif dari Pasar Raya Padang sejak kasus pertama ditemukan.

“Uji swab segera kita lakukan secepatnya. Nantinya hasil dari pemeriksaan swab 1.000 nama tersebut diharapkan akan negatif sehingga angka kasus positif virus Covid-19 di Kota Padang tidak melonjak,” ungkapnya.

Saat ini kondisi Pasar Raya Padang telah dilakukan sterilisasi dengan cara penyemprotan cairan disinfektan. Belum lama ini juga telah dilakukan penutupan aktivitas pasar terutama kawasan yang pertama kali ditemukan kasus positif Covid-19.

Endrizal mengatakan, saat ini aktivitas di pasar raya seperti para pedagang pangan dan sembako masih normal. Namun, banyak pula para pedagang yang memilih untuk menutup toko mereka.

“Lagian masyarakat tidak terlalu ramai lagi mengunjungi Pasar Raya Padang sejak ditemukannya kasus positif Covid-19. Itu sangat baik untuk memutus rantai penularan virus Covid-19,” tukasnya.

(esg)