Eliminasi Vektor DBD, FKM Unand Kenalkan Ovitrap

5
Edukasi: Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FKM Unand memberikan sambutan didampingi pihak sekolah di SMPN 28 Padang, akhir pekan lalu.(IST)

Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas (FKM Unand) menggelar penyuluhan dan pelatihan yang mengusung tema “Upaya Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) Melalui Gerakan Satu Sudut Kelas Satu Ovitrap” di SMP 28 Kota Padang, akhir pekan lalu.

Tim dosen dan mahasiswa terdiri dari Yeffi Masnarivan SKM MKes, Hamidatul Yuni SST MKes, Falah Fauzi, Leny Chania Putri, dan Saffanah Muthi’. Kegiatan ini  rangkaian dari Lustrum II FKM Unand guna mewujudkan tri dharma perguruan tinggi.

“Adanya kasus Demam Berdarah Dengue di Kecamatan Kuranji setiap tahunnya menjadi latar belakang Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas (FKM Unand) memilih SMPN 28 Padang sebagai sasaran penyuluhan dan pelatihan. Khususnya terkait  bagaimana upaya pencegahannya,” ujar Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FKM Unand, Yeffi Masnarivan SKM MKes.

Di mana, tambah dia, SMPN 28 Padang berada di wilayah atau Kecamatan Kuranji setiap tahunnya selalu ada penyakit DBD. Artinya, dapat dikatakan Kecamatan Kuranji adalah wilayah endemi DBD.

Kegiatan ini diawali dengan pre-test untuk menguji sejauh mana pengetahuan dari peserta terkait DBD. Kemudian, dilanjutkan pemberian materi seputar pencegahan DBD, post-test, dan ditutup oleh praktik pembuatan ovitrap sederhana.

Yeffi menuturkan bahwa kegiatan yang diikuti oleh siswa SMPN 28 Padang berjalan lancar. Selain itu, kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari Pihak SMPN 28 Padang.

Baca Juga:  Rawan Laka, 38 Titik Perlintasan Dipasang EWS

“Alhamdulillah pengabdian masyarakat berjalan lancar. Kita juga berproses, artinya kita rencanakan. Pertama kali melakukan koordinasi melalui pihak sekolah terlebih dahulu. Alhamdulillah pihak sekolah sangat terbuka sekali untuk melakukan kegiatan di lingkungan ini,” katanya.

Di mana kegiatan pengadian masyarakat ini melibatkan murid SMP dengan meminta tiap kelas mengirim perwakilan 1 orang siswa yang akan diberi penyuluhan dan pelatihan.

Menyuluh mengenai penjelasan penyakit DBD dan bagaimana pencegahannya, serta melakukan pelatihan tentang bagaimana melakukan teknik ovitrap untuk memantau keberadaan nyamuk dan sebagai upaya tidak terjadi perkembangan nyamuk. Artinya, ini merupakan salah satu cara memutus rantai penularan dari DBD.

Yeffi berharap, pengabdian masyarakat ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan juga memberi kontribusi agar ilmu dapat diterapkan di tengah masyarakat sehingga upaya penurunan penyakit DBD terwujud.

“Kegiatan ini sangat penting dan harapannya dapat dilaksanakan secara continue. Artinya, apa yang dilakukan hari ini dan dipraktikkan, serta ilmu yang didapatkan oleh adik-adik SMPN 28 Padang dapat diterapkan bukan hanya di sekolah, tetapi juga di rumah dalam,” harapnya. (cr6)