29 Persen Warga Sudah Divaksin, Vaksinasi Sasar Para Pelajar

14
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferimulyani.(NET)

Dinas Kesehatan Kota Padang mulai menyasar vaksinasi bagi para pelajar SMP dan SMA di Kota Padang. Ditargetkan seluruh pelajar mendapat vaksinasi dengan vaksin Sinovac.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferimulyani kepada Padang Ekspres, Rabu (1/9).

“Dalam minggu ini kita menyasar vaksinasi bagi para pelajar SMP dan SMA usia 18 tahun ke bawah. Jumlahnya sekitar 40 ribuan pelajar,” ujarnya.

Dia menambahkan, vaksin yang digunakan bagi para pelajar ini adalah vaksin Sinovac bukan vaksin Moderna. Alasannya lantaran vaksin Moderna diperuntukkan bagi masyarakat berusia 18 tahun ke atas.

“Kita sudah kirim surat ke seluruh puskesmas agar berkoordinasi dengan pihak sekolah. SMA sudah ada yang mulai jalan lakukan vaksinasi. Seperti SMAN 9 dan SMA yang di pauh juga sudah,” katanya.

Lebih lanjut Ferimulyani mengungkap, hingga Selasa (31/8), jumlah warga yang telah divaksin sekitar 110 ribu lebih atau sekitar 29 persen. “Terus kita genjot, salah satunya dengan menyasar para pelajar ini,” sebut Ferimulyani.

Terpisah, Koordinator Tim Gerak Cepat Penanganan Covid-19 Puskesmas Andalas dr Pratiwi mengatakan, pihaknya telah menerima surat dari Dinas Kesehatan Kota Padang yang akan ditujukan kepada pihak sekolah untuk melakukan vaksinasi.

“Ada 13 SMP, nanti kita akan koordinasikan dengan pihak SMP tersebut. Lalu kita akan turun ke lokasi. Sasaran anak SMP di wilayah Padang Timur ini sekitar 5 ribuan orang,” katanya kepada Padang Ekspres, kemarin.

Dia menambahkan, sejauh ini pihaknya telah memvaksin sekitar 20 ribu orang. Mulai dari tenaga kesehatan, pelayan publik, guru, hingga masyarakat umum.

Menurutnya,antusiasme masyarakat untuk melakukan vaksinasi sejauh ini cukup tinggi.
Hal ini dipicu kebutuhan dan keperluan administrasi dan perjalanan sehingga masyarakat membutuhkan sertifikat vaksinasi.

“Kita buka link pendaftaran vaksinasi setiap hari. Rata-rata link pendaftaran vaksinasi itu kita buka kuota 150 orang per harinya dan itu masih terpenuhi sejauh ini,” ujarnya.

Pratiwi menjelaskan, penentuan kuota 150 orang per hari tersebut dilakukan agar jam antrean bisa diatur sehingga menghindari kerumunan. “Dari 150 itu, 50 orang per satu jam. Kita mulai pukul 8 pagi, berarti jam 11 udah selesai,” sebutnya.

“Nanti di atas jam itu, kita buka khusus untuk lansia. Karena lansia kurang mengerti mendaftar lewat link pendaftaran jadi bisa vaksinasi secara manual dengan datang langsung ke Puskesmas Andalas,” tambah Pratiwi.

Baca Juga:  Warga Pasie Nantigo Temukan Tengkorak Manusia

Lebih lanjut disampaikan, untuk menggenjot angka vaksinasi, selain di Puskesmas Andalas juga dibuka layanan vaksinasi di masing-masing kelurahan yang ada di Kecamatan Padang Timur.

“Ada beberapa kelurahan lagi yang nanti akan kita jadwalkan lagi. Mudah-mudahan dengan jemput bola ini, angka vaksinasi semakin meningkat dan semakin banyak masyarakat yang telah divaksin,” ucapnya.

Pratiwi menyatakan, selain Sinovac juga telah tersedia vaksin jenis Moderna. Vaksin Moderna ini telah mulai digunakan sejak awal minggu pertama dan kedua Agustus.

“Sekarang, Sinovac kita kasih khusus untuk vaksin kedua dan pelajar. Di luar itu kita kasih Moderna, artinya bagi masyarakat umum yang mau vaksinasi, kecuali yang telah vaksin pertama dan pelajar, kita kasih Moderna,” ungkapnya.

Dia mengakui, masyarakat banyak merasa takut dengan kejadian pascaimunisasi dari vaksin Moderna. Namun sejauh ini, terangnya, sejumlah tenaga kesehatan telah mencoba vaksin Moderna tetapi tidak ada kejadian pascaimunisasi yang terlalu berat.

“Tapi memang setelah vaksin Moderna itu perlu istirahat. Banyak minum, terus minum obat untuk nyerinya. Biasanya Moderna ini khas dengan nyeri di bagian bahu bekas penyuntikan,” imbuh Pratiwi.

Sementara itu, Wali Kota Padang Hendri Septa mengatakan, saat ini antusiasme masyarakat untuk divaksin sangat tinggi. “Kita berharap dengan meningkatnya animo masyarakat untuk menjalani vaksinasi ini dapat mencapai herd immunity untuk wilayah Kota Padang,” harap Wako.

Wako juga mengingatkan masyarakat agar tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan, meski sudah divaksin. Pasalnya, masyarakat yang sudah divaksin masih bisa terpapar Covid-19. Makanya hingga tercapai kekebalan kelompok, masyarakat harus tetap menjalankan protokol kesehatan.

Vaksinasi ini sambung Wako, merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk menekan penyebaran Covid-19 dan mengakhiri pandemi. Oleh karena itu, warga diminta agar tidak lengah menjalankan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

“Semoga dengan gencarnya vaksinasi massal saat ini dapat mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok,” harapnya. (idr/eri)