Ibu Penjual Makanan Ringan di Masjid Terima Bantuan Andre

31
Tim AR Center, Nurhaida dan Alwis menyerahkan bantuan beras dan uang tunai dari Andre Rosiade kepada Netti di Pisang, Pauh.

Pandemi Covid-19 memang menyisakan banyak cerita pilu di tengah-tengah warga, termasuk di Kota Padang, Sumbar. Apalagi mereka yang tak punya pekerjaan tetap dan serabutan, akan semakin menderita. Seperti yang dialami keluarga Yetnetti (44), warga Koto Parak Pisang, Pisang, Pauh Padang.

Sang suami, Zainil (53) yang biasa jasanya dipakai oleh banyak orang untuk mendesain spanduk, baliho sampai stiker, kini tak dapat apa-apa. Dia lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, dan mencoba mencari-cari pekerjaan. Ternyata, begitu susah dapat orderan saat ekonomi warga tak berputar dan terus merosot. Pemerintah pun juga tak bisa maksimal memberikan bantuan.

“Sudah beberapa bulan ini suami saya tak dapat orderan atau pekerjaan lagi. Sekarang di rumah saja. Kami mulai jualan makanan ringan di dekat Masjid Baitul Makmur, Pisang ini. Yang beli anak-anak mengaji saja sekarang. Anak sekolah tak ada lagi, belajar daring di rumah,” kata Netti yang tinggal di salah satu rumah kontrakan milik orang tuanya.

Dia menyebut, dulu pernah mengontrak di beberapa tempat di Kota Padang. Namun karena sang suami tak ada pekerjaan, mereka pindah ke rumah orang tua. “Itu di sebelah rumah amak saya. Sekarang kami tinggal di salah satu rumah kontrakan amak. Ada tiga pintu, kami huni satu. Kalau duit untuk bayar kontrakan tak ada lagi, untung di sini tak bayar,” kata Netti yang tetap melayani murid mengaji yang berbelanja.

Menurut Netti, dia harus tetap berjualan makanan ringan untuk anak-anak mengaji, agar bisa tetap bertahan hidup di masa pandemi. Setiap hari — di luar Minggu, dia bisa mengantongi Rp20-50 ribu untuk keperluan sehari-hari. Karena belum punya anak, mereka merasa itu cukup, meski harus pandai-pandai mengatur keuangan.

Baca Juga:  Hari Ini Operasi Zebra Mulai Digelar

“Sehari-hari kami berdua kadang jualan saja di sini. Dulu suami saya sering juga dibawa-bawa orang untuk mendesain bahan-bahan kampnye, sekarang tidak lagi. Mungkin karena sudah berumur juga dan kalah dengan desainer-desainer muda,” kata Netti yang dikunjungi Tim AR Center di rumahnya yang mendapatkan informasi terkait keluarga itu.

Tim yang hadir, Nurhaida yang juga Wakil Ketua DPD Gerindra Sumbar, Alwis Ray (wakil sekretaris), Zulkifli (wakil bendahara) dan Rina Shintiya mengantarkan beras dan uang tunai kepada keluarga Netti. Mereka mendaptkan informasi dari warga sekitar dan langsung mengirimkan bantuan. Bantuan itu diharapkan bisa membuat kehidupan Netti dan suami lebih siap menghadapi pandemi.

Nurhaida yang juga Sekretaris PIRA (Perempuan Indonesia Raya) Sumbar menyebutkan, mendapatkan informasi warga terkait keluarga Zainil dan Netti, tim langsung bergerak. “Kami dapat infonya beberapa hari lalu. Ternyata memang pantas dibantu dengan dana BLT ketua Andre Rosiade. Langsung diserahkan ke rumah keluarga itu,” kata pegiat UMKM di Kota Padang ini.

Andre Rosiade menyebutkan, saat pandemi ini, memang banyak orang yang langsung miskin karena kehilangan pekerjaan. “Kami banyak mendapat informasi orang yang di-PHK, dirumahkan katanya sementara, gulung tikar dan tidak punya modal lagi. Ada juga yang biasa kerja serabutan, tapi sepi orderan sekarang. Karena itu kita turun bersama-sama,” kata Andre yang juga ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini. (*)