Sejumlah Kawasan Terendam Banjir, Ketinggian Air Mencapai 80 Cm

41
Dua orang anak sedang asyik bermain papan selancar di tengah banjir yang menggenangi Perumahan Jondul Rawang, Kecamatan Padang Selatan, kemarin. (Sy Ridwan-Padang Ekspres)

Hujan deras dengan intensitas tinggi kembali mengguyur Kota Padang, kemarin. Akibatnya sejumlah daerah di Kota Padang terendam air, Kamis (1/10). Ketinggian air mencapai 30 sentimeter sampai 80 sentimeter.

Pantauan Padang Ekspres di lapangan, hujan mulai mengguyur Kota Padang sejak pukul 13.00 hingga malam hari. Sejumlah lokasi seperti kompleks perumahan dan jalan-jalan utama di Kota Padang terendam air. Kondisi demikian mengakibatkan terganggunya aktivitas masyarakat.

Berdasar data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, tercatat ada 3 titik lokasi yang tergenang air dengan ketinggian berkisar antara 30 sentimeter sampai 80 sentimeter.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Padang, Sutan Hendra kepada Padang Ekspres mengatakan, kondisi Kota Padang saat ini masih terpantau aman dan normal meskipun sejumlah lokasi sempat tergenang air. Lokasi yang tergenang air dengan ketinggian 30 sentimeter sampai 80 sentimeter. Di antaranya Perumahan Jondul Rawang dengan ketinggian air sekitar 40 sentimeter, Jalan Gajah Mada depan SDN 03 Alai dengan ketinggian 80 sentimeter. “Kemudian, genangan air juga terjadi di Perumahan Tabing Bandagadang dengan ketinggian air mencapai 45 sentimeter,” jelasnya.

Sejauh ini, Sutan mengungkapkan, belum ada laporan dari masyarakat termasuk pantauan petugas BPBD Kota Padang terkait proses evakuasi terhadap warga. ”Semuanya masih aman, tapi kami masih tetap melakukan pemantauan terhadap kondisi karena hujan masih mengguyur hingga malam hari,” ungkapnya.

Sutan menyebutkan, selain menyebabkan sejumlah lokasi terendam air, cuaca buruk juga mengakibatkan peristiwa pohon tumbang di jalan masuk Lantamal II dan jalan masuk Pelabuhan Teluk Bayur.

Sutan menyampaikan, pohon tumbang tersebut mengakibatkan tertutupnya akses lalu lintas di jalan raya Padang-Painan dari kedua arah. “Setelah mendapatkan laporan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD langsung melakukan proses evakuasi dan pembersihan material pohon tumbang,” ujarnya.

Dalam sejumlah peristiwa tersebut, Sutan menambahkan, tidak ditemukan laporan terkait korban jiwa maupun korban luka. Namun ia mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada.

Sementara itu, Plt Wali Kota Padang Hendri Septa mengatakan, dalam mengendalikan banjir atau genangan air di Kota Padang, Pemko Padang telah melakukan berbagai upaya, khususnya dalam tiga tahun terakhir atau semenjak tahun 2018.

Baca Juga:  Andre Rosiade Bantu 5 Keluarga Korban Puting Beliung di Padang

Pertama, melakukan pembangunan drainase, lebih kurang sepanjang 6 km di tahun 2018 dan 2019. Sementara pada tahun 2020 sepanjang 3 km. Kedua, merehabilitasi drainase. Dimana pada tahun 2018 dan 2019 lalu, Pemko Padang telah melakukan rehabilitasi drainase lebih kurang sepanjang 10 km dan tahun 2020 ini sepanjang 7 km.

Adapun upaya yang ketiga adalah melakukan pengerukan sedimen. Di tahun 2018 telah dilakukan pengerukan sedimen hingga 34 km, tahun 2019 sepanjang 48 km dan tahun 2020 per Juli sepanjang 36 km. Sementara target penanganan pengerukan sedimen di tahun 2020 ini adalah sepanjang 50 km. “Jadi inilah upaya yang kita lakukan selama kurun tiga tahun terakhir dengan 3 kegiatan yang dilakukan,” kata Plt Wako.

Adapun terjadinya beberapa titik banjir dan genangan air sejauh ini, menurutnya juga dikarenakan adanya faktor pengaruh naiknya air laut. Sebagaimana ketinggian kenaikan muka air laut secara gelombang per tahunnya adalah 3,3 mm.

“Begitu juga penyebab lainnya karena kebiasaan masyarakat yang membuang sampah ke selokan atau sungai. Untuk itu kita perlu menjaga kebersihan,” jelas Hendri Septa.
Di samping itu, Pemko Padang juga akan membuat jaringan drainase yang komprehensif antara drainase primer, sekunder dan tersier.

Kemudian melakukan pembangunan kolam sementara seperti di kawasan Bypass Aiepacah yang merupakan kawasan yang kerap mengalami limpahan air yang cukup besar.
Selanjutnya pengadaan pompa air dengan kapasitas yang besar. Sebab ketika air pasang laut naik dan curah hujan tinggi maka akan menyebabkan terjadinya genangan, maka salah satu solusinya adalah melalui pengadaan pompa air ini.

“Untuk melakukan upaya-upaya itu, kita tentu membutuhkan anggaran yang cukup besar. Maka dari itu, kita akan terus bersinergi dengan Pemerintah Pusat, Provinsi dan pihak terkait lainnya. Insya Allah, dengan upaya-upaya yang telah dan akan kita lakukan ke depan permasalahan banjir dan genangan air di Kota Padang dapat kita atasi,” tuturnya. (a/eri)