Proses Tender PT Semen Indonesia Dikeluhkan Vendor Lokal

305
Forum Komunikasi Kontraktor Vendor Supplier PT Semen Padang mengadu ke DPRD Padang, Senin (2/11/2020).

Forum Komunikasi Kontraktor Vendor dan Supplier Lokal PT Semen Padang mengadukan nasibnya ke DPRD Kota Padang, Senin pagi (2/11/2020). Mereka mengadukan posisi mereka yang kian terjepit untuk mendapatkan proyek di PT Semen Padang.

Kepada Ketua DPRD Padang Syahrial Kani, Ketua Forum Komunikasi Dani Faizal menjelaskan bahwa, semenjak PT Semen Padang di bawah naungan Semen Indonesia, kontraktor lokal yang ingin proyek di PT Semen Padang, harus ikut tender.

“Semenjak dikuasai oleh Semen Indonesia, pekerjaan rutin yang selalu dikerjakan oleh kontraktor lokal, saat ini harus melewati proses tender. Hal ini sangat merugikan kami,” ujar Dani.

Dani Faizal menjelaskan juga pada saat ini kontraktor lokal telah melayangkan surat kepada Semen Indonesia, tetapi surat yang telah dilayangkan tidak digubris oleh PT Semen Indonesia.

“Vendor lokal seperti PT Igasar, PT Yasiga, PT Basoka, terdampak dari keputusan Semen Indonesia. Alhasil, kami memasang spanduk penolakan di gerbang pabrik. Selain itu, perjanjian dengan masyarakat Lubukkilangan yang telah dibuat mengenai pemakaian bahan baku dari daerah kami, bisa kami putus,” ancamnya.

Baca Juga:  Warga Pasie Nantigo Temukan Tengkorak Manusia

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Padang Syahrial Kani menyampaikan, pihaknya akan membicarakan masalah ini dengan anggota DPRD.

“Menurut saya, permasalahan seperti ini, kearifan lokal harus diperhatikan oleh PT Semen Indonesia. Kita akan menjembatani permasalahan ini dengan Semen Indonesia semoga dapat dicarikan jalan terbaiknya,” ujar Syahrial.

Terpisah, Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang, Nur Anita Rahmawati yang dihubungi terkait keluhan Forum Komunikasi Kontraktor Vendor dan Supplier Lokal tersebut mengatakan, PT Semen Padang tetap memprioritaskan vendor lokal yang mempekerjakan anak nagari.

“Kita masih memprioritaskan vendor-vendor lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan bisnis perusahaan, dan memenuhi persyaratan. Sebab PT Semen Padang sebagai BUMN yang ber-holding ke Semen Indonesia, mekanisme pengadaan harus dilakukan dengan menaati peraturan perundang-undangan dan prosedur yang berlaku. (*/hsn)