Semen Padang Ajak Generasi Muda Berkontribusi Mulai dari Hal Kecil

Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati menyerahkan donasi sebesar Rp5 juta dari PT Semen Padang kepada Yuda, dari Komunitas Berbagi Nasi Padang.

Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-92 tahun 2020, PT Semen Padang menggelar kegiatan virtual bertajuk “Sumpah Pemuda Streaming Festival 2020”. Kegiatannya berupa bincang sehat bersama dr MS Fernandy, Talkshow Inspiratif bersama komunitas Berbagi Nasi Padang dan Sosialisasi Core Value BUMN “AKHLAK”, Minggu (1/11/2020).

Kegiatan dengan tema “Bersatu dan Bangkit” juga menampilkan Live Performance dan diselingi dengan kuis itu disaksikan secara online melalui aplikasi Zoom Meeting, Instagram dan platform youtube.

Hadir pada kesempatan itu Direktur Keuangan PT Semen Padang Tubagus Muhammad Dharury, Direktur Produksi Firdaus, Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan Oktoweri, Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PT Semen Padang Nur Anita Rahmawati, karyawan/ti dan keluarga Semen Padang Group, serta umum.

“Memperingati Sumpah Pemuda ke-92, kami di Semen Padang menggelar kegiatan yang menginspirasi generasi muda melalui bincang sehat tentang menjaga kesehatan saat pandemi dan talkshow interaktif bersama Komunitas Berbagi Nasi Padang,” kata M Dharury.

Nur Anita Rahmawati menambahkan, berkontribusi kepada bangsa dan negara, tidak harus dimulai dengan hal-hal yang besar. “Komunitas Berbagi Nasi Padang dapat dijadikan contoh bahwa, kita bisa berkontribusi pada bangsa dan negara dimulai dari hal-hal yang kecil, dengan berbagai makanan, dan lain sebagainya, untuk membantu orang-orang sekitar kita. Jadi, marilah kita berkontribusi kepada bangsa dan negara ini,” kata Nur Anita mengajak.

Selain bincang sehat dan talkshow interaktif, Nur Anita menambahkan bahwa pada kesempatan yang sama, juga disosialisasikan Core Value BUMN “AKHLAK” kepada peserta Sumpah Pemuda Streaming Festival 2020, baik yang hadir secara offline maupun online.

“Kemudian, kami juga me-launching kompetisi video AKHLAK. Kompetisi ini dibuka sampai 10 November dengan hadiah jutaan rupiah,” kata Nur Anita.

Terapkan 3M, 3K dan 3T

Dokter MS Fernandy dalam bincang sehat itu, menyampaikan sejumlah tips untuk menjaga kesehatan selama masa pandemi. Kata dia, agar kesehatan terjaga selama masa pandemi, masyarakat harus menerapkan gerakan 3M, 3K dan 3T dalam kehidupan sehari-hari.

“Gerakan 3M, 3K dan 3T itu telah digalakkan pemerintah, dan gerakan ini dapat mengantisipasi penularan pandemic Covid-19. Di samping itu, untuk menjaga imunitas tubuh, dianjurkan untuk berolahraga secara rutin dengan mengikuti standar protokol kesehatan, konsumsi vitamin dan tidur yang cukup,” katanya.

Baca Juga:  Instruksi Andre, Gerindra Sumbar Bersihkan Sampah Pantai Padang

Dokter Semen Padang Hospital itu juga menaparkan yang dimaksud dengan gerakan 3M, 3K dan 3T. Untuk 3M, yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. “Kalau bisa, menjaga jarak dengan siapapun dan anggap setiap orang itu ada gejala Covid-19,” ujarnya.

Kemudian 3K, hindari berkerumun atau tempat keramaian, hindari ruang atau kamar dengan ventilasi buruk dan hindari kontak dengan orang yang diduga atau sedang terpapar Covid-19. Sedangkan 3T, adalah meningkatkan Testing (pemeriksaan), Tracing (pelacakan), dan Treatment (pengobatan).

Semen Padang Serahkan Donasi

Di kesempatan yang sama, PT Semen Padang juga menyerahkan donasi sebesar Rp5 juta kepada Komunitas Berbagi Nasi Padang. Bantuan diserahkan oleh Nur Anita Rahmawati kepada pendiri Komunitas Berbagi Nasi Padang, Yuda.

Kata Yuda, mewakili Komunitas Berbagi Nasi Padang, dirinya menyampaikan terima kasih kepada PT Semen Padang, karena donasi ini sangat bermanfaat untuk masyarakat yang membutuhkan.

Yuda menuturkan Komunitas Berbagi Nasi Padang berdiri sejak 2013. Pada 2017 sampai akhir 2018, Komunitas Berbagi Nasi Padang sempat vakum. “Barulah di Januari 2019, konunitas ini kembali rebound dan eksis sampai sekarang,” katanya.

Komunitas Berbagi Nasi Padang ini, lanjutnya, memiliki agenda rutin, yaitu berbagi nasi keliling Kota Padang kepada panti asuhan dan anak jalanan yang jumlahnya mencapai 600 bungkus nasi untuk sekali kegiatan. Kemudian, satu kali dalam sebulan, rutin melakukan kunjungan wisata bersama anak panti ke berbagai daerah di Sumbar.

“Saya mendirikan komunitas ini di Padang, karena memang sebelumnya ketika saya di Bandung, saya aktif bergabung dengan komunitas Berbagi Nasi Bandung. Begitu juga di Bali, saya pun juga ikut bergabung dengan Komunitas Berbagi Nasi Bali,” tuturnya

Komunitas Berbagi Nasi Padang ini tidak ada kepengurusnya. Siapa pun boleh ikut. Donatur, tambah Yuda, tidak hanya menyiapkan nasi bungkus, tapi juga ada yang memberikan donasi berupa uang tunai untuk membeli nasi bungkus. (*)