Dampak Cuaca Ekstrem, Pasokan Ikan Berkurang 70 Persen

Pedagang ikan di los ikan Pantai Purus Padang sedang menyusun ikan yang akan dijualnya, kemarin. (IST)

Hasil tangkapan ikan nelayan di Pantai Purus Padang selama sepekan terakhir berkurang. Ini karena kebanyakan nelayan enggan melaut disebabkan angin kencang dan ombak besar. Kondisi ini berdampak naiknya harga ikan di pasaran.

Pantauan Padang Ekspres, Selasa (2/2) di los ikan Pantai Purus Padang, terlihat stok ikan di beberapa titik los penjualan mulai berkurang. Bahkan, sejumlah jenis ikan tidak tersedia dari nelayan sekitar.

Pedagang los ikan Pantai Purus Padang, Ranggi Yoga Pratama, 25 mengatakan, kurangnya stok ikan tersebut tidak hanya dirasakan dirinya tapi juga pedagang ikan yang lain.
Karena, mayoritas pedagang mengambil stok ikan dari nelayan sekitar Pantai Purus Padang.

“Harga jual memang naik sepekan belakangan, untuk harga ikan taneman sendiri biasa kami jual sekitar Rp 75-80 ribu per kilogram sekarang ini naik sebesar Rp 100 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Dia menambahkan, kenaikan harga ikan jenis taneman ini tidak bisa dihindari karena pasokan ikan dari nelayan sekitar juga berkurang karena angin kencang dan ombak besar, sehingga memicu kenaikan harga ikan tersebut.

“Stok ikan taneman dari nelayan berkurang mencapai 70 persen, biasanya ikan yang datang dari nelayan mencapai tiga ember dengan berat 40 kilogram, sekarang hanya satu ember saja,” terangnya.

Namun, kata Ranggi, jenis ikan tangkapan bagan dan pancing lainnya masih terbilang relatif stabil sampai saat ini di pasaran. “Jenis ikan karang masih stabil Rp 60 ribu per kilogram dan harga udang juga demikian Rp 90 ribu per kilogram,” paparnya.

Hal senada juga diutarakan, pedagang los ikan Pantai Purus Padang lainnya, Tomi Saputra, 35. Dia mengaku penurunan stok ikan sudah terjadi sejak seminggu belakangan.
Gelombang tinggi dan angin kencang mengakibatkan banyak nelayan enggan melaut sehingga tangkapan ikan pun berkurang dan harganya sampai sekarang cenderung naik.

Baca Juga:  Di Kuranji, Andre Rosiade Bagikan Ratusan Sembako

“Harganya naik drastis, misalkan ikan maco biasanya hanya Rp 5 ribu per onggok sekarang sudah Rp 15 ribu per onggok, ikan tuna (tongkol) biasa Rp 35 ribu per kilogram sekarang Rp 50 ribu per kilogram dan ikan baledang biasanya Rp 7.500 per ekor, kini Rp 15 per ekor,” tuturnya.

Sementara itu salah seorang pembeli ikan, Anandila, 34 menyebutkan dirinya lebih suka mengkonsumsi ikan dari pada lauk lainnya, walaupun harga ikan yang dijual di los ikan Pantai Purus Padang naik.

“Saya lebih suka membeli ikan, walaupun harganya sedikit naik, tetapi ikan memiliki khasiat yang tinggi untuk anak dan keluarga saya,” ujar Anandila. Terpisah, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Padang, Guswardi mengatakan, kenaikan harga terjadi karena memang ikan sangat sulit didapatkan karena faktor cuaca ekstrem dan variasi musiman yang gerakannya tidak teratur.

“Kenaikan harga ikan juga disebabkan tingginya permintaan, namun stok yang berkurang akibat nelayan sedikit turun melaut,” ungkapnya kepada Padang Ekspres, kemarin.
Di samping itu, ikan yang akan masuk ke pasar-pasar tradisional di Kota Padang juga berkurang, karena sebagian didistribusikan dari daerah Jawa dan Sibolga.

Guswardi memprediksi, harga ikan akan turun atau normal biasanya sekitar seminggu lagi (minggu depan). Sebab, stok ikan akan lancar kembali baik dari luar kota maupun dari Kota Padang sendiri. “Mudah-mudahan cuaca bisa kembali normal sehingga stok ikan bisa kembali stabil,” tukasnya. (r)