Dari Luar Kota, Wajib Lapor RT/RW

Perkembangan Covid-19

Saat ini Kota Padang merupakan daerah yang paling banyak ditemukan kasus pasien positif virus korona (Covid-19) di Sumbar. Berdasarkan data dari website Dinkes Kota Padang, sampai kemarin tercatat 6 kasus positif Covid-19 dengan 1 kasus kematian.

Untuk Kota Padang sendiri, kasus positif Covid-19 paling banyak ditemukan di Kecamatan Padang Timur dengan jumlah sebanyak 4 kasus disusul oleh Kecamatan Kototanggah dan Lubukbegalung masing-masing sebanyak 1 kasus. (lihat grafis).

Menyikapi kondisi tersebut, Camat Padang Timur, Ances Kurniawan kepada Padang Ekspres Kamis (2/4) mengatakan, mendominasinya kasus positif Covid-19 di Padang Timur juga didukung karena lokasi RSUP M Djamil Padang tempat pasien positif dirawat yang berada di kawasan Padang Timur sehingga Kecamatan Padang Timur ditetapkan sebagai zona merah.

Ances mengungkapkan, pihaknya telah melakukan langkah antisipatif untuk memutus penularan Covid-19 ini sejak sebelum ditemukannya kasus positif virus Covid-19 di Kota Padang.

“Langkah yang telah kita lakukan adalah dengan melakukan penyemprotan cairan disinfektan di setiap fasilitas umum seperti sekolah, masjid, balai warga, dan pusat keramaian lainnya yang berada di Kecamatan Padang Timur,” ujarnya.

Penyemprotan cairan disinfektan tersebut juga akan terus dilakukan dalam beberapa hari ke depan sebagai langkah dan upaya mencegah penyebaran Covid-19 yang lebih luas di Kecamatan Padang Timur.

Lebih lanjut Ances mengatakan, selain penyemprotan cairan disinfektan, pihaknya juga melakukan pendataan terhadap masyarakat yang baru masuk atau pulang dari daerah-daerah terjangkit di Indonesia.

Setiap orang baru yang datang akan diwajibkan untuk melapor ke RT dan RW masing-masing. Kemudian, masing-masing RT dan RW membuat posko di kelurahan masing-masing untuk mendata setiap orang yang datang ke Padang Timur.

“Jika perantau atau orang baru masuk ke Padang Timur akan didata dan ditanyakan riwayat perjalanan mereka. Petugas di setiap posko akan melaporkan identitas orang tersebut untuk dilakukan pengawasan lebih lanjut,” tuturnya.

Setelah didata nantinya orang tersebut akan dipantau selama 14 hari untuk melihat kondisi kesehatannya. Jika nanti ditemukan gejala yang mengarah ke Covid-19, maka petugas kesehatan langsung turun tangan menangani hal tersebut.

Sementara di Kecamatan Lubukbegalung, Camat Lubukbegalung Wilman Muchtar mengingatkan para RT/RW dan kelurahan agar responsif ketika mendengar laporan dari warga terkait ada warga yang datang dari luar kota.

“Kalau ada laporan dari warga segera tanggapi dan datangi rumahnya. Saya tidak ingin mendengar RT, RW dan pihak kelurahan tidak menanggapi laporan dari warganya,” ujarnya.

Wilmar melanjutkan, seandainya warga yang bersangkutan tidak mengalami keluhan minta dia isolasi di rumah. Sebaliknya jika ada gejala segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Wilmar meminta semua pihak peduli terhadap lingkungannya masing-masing. Ini juga sebagai upaya untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Padang, khususnya di wilayah Kecamatan Lubeg.

Tak hanya itu, Wilman juga meminta kepada pihak kelurahan agar terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait cara pencegahan bagaimana virus tersebut tidak menular kepada orang banyak.

Sementara itu, terkait salah seorang warganya yang terindikasi positif Covid-19, Wilman mengatakan setiap hari terus memantau perkembangan yang bersangkutan.

“Alhamdulillah saat ini telah menunjukkan tanda-tanda kesembuhan, karena dia seorang tenaga kesehatan maka dia tahu bagaimana cara mengkarantina dirinya,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Ferimulyani membenarkan Kecamatan Padang Timur merupakan daerah terbanyak ditemukan kasus positif Covid-19.

Ia menambahkan, seharusnya sekarang ini tidak hanya Dinkes sendiri yang berupaya mengatasi Covid-19, tetapi peran media juga penting dalam upaya menangkal penyebaran virus tersebut.

“Ya, seperti mengajak masyarakat tidak keluar rumah, berlakukan social distancing atau jaga jarak dan berperilaku hidup bersih dan sehat karena virus ini dilawan dengan daya tahan tubuh,” ujarnya. (*)