Imbas Korona, Penukaran Uang Asing Sepi

Hari, karyawan money changer Uda Metro Exchange memperlihatkan mata uang dolar US, kemarin. Harga dolar, kemarin, tembus di kisaran Rp 16.990. (Sy Ridwan - Padek)

Melemahnya rupiah terhadap sejumlah mata uang dunia dampak pandemik virus korona mengakibatkan penukaran uang asing sepi. Salah satunya dialami Uda Metro Exchange Kota Padang.

“Dihari biasanya kita bisa melayani penukaran uang asing hingga sekitar ratusan juta. Namun saat ini tidak sampai puluhan juta sebagai dampak dari pandemik virus korona,” kata karyawan Uda Metro Exchange, Hari, kepada Padang Ekspres, kemarin.

Ia mengatakan saat ini nilai dolar US (Amerika) sekitar Rp 16.990 hampir sama Rp 17 ribu per dolar US. “Jika dibanding sebelum wabah virus korona sekitar sebulan lalu, nilai dolar US sekitar Rp 13 ribu hingga Rp 14  ribu per dolarnya,” ungkapnya.

Namun pada minggu lalu, harga dolar US mencapai sekitar Rp 16.500 per dolar US. “Dalam satu, perubahan nilai tukar mata uang bisa berubah hingga lima kali. Misalkan pada pagi ini (kemarin,red) nilai tukar dolar US sekitar Rp 16.700 per dolar US, namun pada jam ini (sekitar pukul 13.00) sudah diharga Rp 16.990 per dolar US,” terangnya.

Ia menambahkan, untuk mata uang Uero hampir menyerupai harga mata dolar US sekitar Rp 17 ribuan. “Pada lalu, nilai tukar mata urang eropa ini masih sekitar Rp 16.500. Sedangkan pada saat stabil, sekitar sebulan yang nilai tukar Uero sekitar Rp 15 ribuan per Uero,” tuturnya.

Sedangkan mata tetangga (Ringgit), ia menyebutkan kebetulan kurs ringgit sedang naik saat ini. “Akibat kurs ini naik, jadi kita tidak berani banyak mata Malaysia ini, sebab ringgit sekarang lagi banyak. Jadi ringgit banyak, tapi tidak ada yang membeli,” ucap Hari seraya saat ini ia tetap mengambil ringgit, tapi ia mengambil kurs rendah dengan harga Rp 3.200 per ringgit.

Terpisah, Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan Bank Indonesia (BI) akan berusaha menjaga stabilitas nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) di kisaran 15.000 hingga akhir tahun. Meskipun pada saat bencana wabah virus pandemi saat ini level rupiah berada di 16.741 (kurs tengah BI).

”Kita melakukan langkah-langkah stabilitas nilai tukar rupiah tidak hanya bergerak stabil dan akan mengarah pada 15.000 per dolar di akhir tahun,” ujarnya dalam video conference, Kamis (2/4).

Menurutnya, skenario pemerintah mengenai stabilitas kurs agar nilai tukar mata uang Garuda kembali menguat bukanlah proyeksi semata dalam sejarah. “Kita memastikan nilai tukar rupiah memadai dan BI terus melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah agar bergerak stabil dengan stabilitas yang kita miliki,” jelasnya.

Sementara Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, harga aset berisiko terlihat masih negatif hari ini. Sebab pelaku pasar masih nyaman untuk keluar dari aset berisiko karena peningkatan penyebaran wabah covid-19.

Tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun terlihat kembali melemah ke kisaran 0,57 persen mendekati level terendah sepanjang masa yang terjadi tanggal 9 Maret 2020 di 0,36 persen. “Ini bisa mengindikasikan permintaan terhadap obligasi tinggi sehingga harga naik dan tingkat imbal hasilnya turun,” ujarnya dalam pesan singkatnya.

Sebagai informasi, kasus positif Covid-19 di AS sudah menyentuh angka 200 ribu. Peningkatan juga terjadi di Italia, Inggris, termasuk Indonesia. Bila ini terus berlanjut, pasar mengkhawatirkan ekonomi bakal terus tertekan seperti data-data ekonomi yang baru saja dirilis. “Potensi dolar terhadap rupiah hari ini di 16.300-16.575,” ujarnya. (*)