Tiga Hari Pemberlakukan Jam Malam, Masih Ditemui Kerumunan Warga

Petugas Satpol PP Padang membubarkan sejumlah remaja yang tengah berkumpul di salah satu sudut Kota Padang, kemarin. (IST)

Pascaditetapkannya pembatasan jam malam oleh  sebagai upaya pencegahan penyebaran virus korona (Covid-19), aktivitas masyarakat di malam hari mulai berkurang. Kafe-kafe, restoran dan tempat nongkrong lainnya yang biasa ramai dikunjungi warga, kini tampak sepi.

Salah seorang warga, Nilam Sari Dewi, 24, kepada Padang Ekspres, Kamis (2/4) mengatakan, pembatasan sementara jam malam dari pukul 22.00 sampai 06.00 cukup efektif untuk memutus mata rantai Covid-19.

Sebab, salah satu potensi cepatnya penyebaran Covid-19 tersebut adalah aktivitas berkumpul-kumpul yang sering dilakukan oleh masyarakat khususnya remaja pada malam hari. “Menurut saya bagus. Jadi aktivitas berkumpul-kumpul bisa dikurangi,” katanya.

Hal senada juga dikatakan Haikal, 30. Dia mengungkapkan, penetapan jam malam di Kota Padang cukup efektif untuk mengurangi aktivitas kumpul-kumpul yang sebagian besar didominasi anak muda.

Meskpun baik, namun Pemko Padang juga harus memperhatikan masyarakat khususnya pemilik usaha yang pendapatannya berkurang dengan adanya pembatasan jam malam ini.

Terpisah, Kasatpol PP Kota Padang, Alfiadi kepada Padang Ekspres mengatakan, selama 3 hari masa pembatasan sementara jam malam di Kota Padang, aktivitas berkumpul-kumpul pada malam hari terbukti berkurang.

Dari patroli rutin yang dilakukan oleh petugas Satpol PP Kota Padang di sejumlah pusat-pusat keramaian malam hari tidak terlihat lagi aktivitas dari masyarakat.

“Untuk evaluasi kebijakan ini secara khusus tentunya belum bisa karena baru berlangsung beberapa hari yang lalu. Namun secara umum, sudah terlihat warga Kota Padang mematuhi instruksi Pemko Padang,” jelasnya.

Alfiadi menyebutkan, selama patroli rutin yang dilakukan oleh Satpol PP memang masih ditemukan aktivitas kumpul-kumpul yang dilakukan warga. “Kita langsung suruh membubarkan diri dan pulang ke rumah masing-masing,” ungkapnya.

Jika aktivitas berkumpul-kumpul tersebut menjurus ke arah tindak kriminal dan meresahkan masyarakat, maka pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan penindakan.

Dia menambahkan, pihaknya akan terus melakukan patroli rutin ke setiap sudut Kota Padang untuk memastikan tidak ada aktivitas berkumpul-kumpul yang dilakukan oleh masyarakat selama pandemi Covid-19 ini.

“Kami berharap masyarakat dapat mematuhi instruksi ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai penularan Covid-19 di Kota Padang,” harapnya. (*)