Pengemis Mengais Iba di Sepanjang Trotoar Kantor Gubernur Sumbar

76

Pemandangan unik sekaligus memiriskan saat Ramadhan 1442 H di Jalan Sudirman Padang. Jalan protokol tersebut, setelah azan Ashar di jubeli pengemis. Mereka, tak ragu merebahkan badan di trotoar depan rumah bagonjong yang merupakan Kantor Gubernur Sumatera Barat.

Miris memang, di saat Gubernur Sumbar Mahyeldi selama ramadhan menyibukkan diri dengan kegiatan safari ramadhan dan menyempatkan diri sahur di rumah warga yang kurang mampu di berbagai daerah di Sumatera Barat. Bak pepatah kuno, “Gajah di pelupuk mata tidak terlihat, semut di seberang lautan terlihat”.

Lucunya, Satpol PP yang biasanya ganas menertibkan para pengemis dan anak jalanan, tampak tenang saja melihat kumpulan orang yang menjajakan kemiskinan di depan Kantor Gubernur Sumbar dan rumah dinas Gubernur Sumbar tersebut

Senin sore (3/5/2021), bak di pantai, Halimah (38) merebahkan badan di trotoar yang berada di samping rumah dinas Gubernur Sumbar. Ia seakan merelakan tubuhnya tergolek di trotoar untuk dilihat oleh pasangan mata pengendara kendaraan yang lewat di Jalan Sudirman, Padang.

Matanya tak henti mengawasi kendaraan yang berlalu lalang, berharap ada kendaraan yang menepi dan memberikan sumbangan walaupun hanya recehan.

Baca Juga:  Andre Rosiade Ajak Kader Gerindra Turun ke Lapangan

Halimah tidak sendiri, ia datang bersama keluarganya yang mengaku dari Bypass Katapiang, Padang. Dalam rombongan yang ikut mengemis tersebut, juga ada Yola pelajar kelas 4 SD swasta di Marapalam, Padang.

Halimah mengaku, pekerjaan utamanya adalah pengumpul barang bekas. “Jelang Lebaran ini, penghasilan dari mengemis lebih besar dari mengumpulkan barang bekas,” ucapnya.

Untuk mengemis, Halimah mengaku meraup pendapatan sebesar tiga puluh ribu rupiah. Tentu pendapatan itu jika digabungkan dengan hasil mengemis dari seluruh keluarga terlibat dalam “gotong royong” sebagai pengemis tentu akan berlipat ganda.

Fenomena masyarakat yang menjual kemiskinan selama ramadhan seakan menjadi pemandangan yang sudah biasa dan terjadi di berbagai belahan dunia. Pihak berwenang di negara Uni Emirat Arab mengambil sikap tegas untuk mengatasi pengemis yang menipu warga, terutama selama bulan suci Ramadhan. Mereka dijatuhi hukuman penjara tiga bulan dan denda 5.000 dirham atau sekitar Rp 19,5 juta. Sementara, mereka yang menjalankan kelompok pengemis terorganisir akan didenda tidak kurang dari 100.000 dirham atau Rp390 juta, dan ancaman hukuman 6 bulan penjara. (edg/jpg)

Previous articlePembayaran THR Satker Lingkup Kanwil DJPb Sumatera Barat 2021
Next articleMayjen TNI Purn Sunindyo Apresiasi Gerakan Sosial Aqua Dwipayana