Kasus Covid-19 dari Pendatang, Dinkes Padang Ingatkan Ketua RT/RW

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani Hamid.

Dinas Kesehatan Kota Padang mengalami dilema tes swab dalam hal penanganan covid-19. Di satu sisi, setiap pendatang yang masuk Padang via BIM harus dites swab. Di sisi lain, pendatang yang masuk via transportasi darat, tidak dilakukan tes swab. Itu artinya sama juga dengan bohong.

Akhirnya tiada hari tanpa penambahan kasus baru corona di Kota Bingkuang. Data di corona.padang.go.id per tanggal 3 Agustus 2020, pasien positif bertambah 7 orang lagi.

Alhasil, total pasien Covid-19 di Kota Padang berjumlah 668 orang. Pasien sembuh juga bertambah 7 orang sehingga total sembuh menjadi 533 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferimulyani Hamid menjelaskan bahwa perkembangan corona di Kota Padang disebabkan kasus impor dari daerah lain. Ferimulyani meminta warga Kota Padang dan pendatang yang berasal dari zona merah agar melakukan swab.

“Memang pada saat ini penumpang yang turun di BIM dilakukan swab, tetapi tidak dengan pelaku perjalanan yang menggunakan tranportasi darat,” ujar Ferimulyani, Senin (3/8/2020).

Untuk itu, Ferimulyani meminta RT/RW selalu mendata siapa saja warganya atau pendatang yang pulang dari bepergian dari daerah zona merah untuk dapat dilakukan swab di puskesmas terdekat.

Baca Juga:  Rusunawa¬†Kembali Dibuka untuk Isolasi

“Saya meminta RT/RW berperan aktif dalam memutus mata rantai Covid-19 di Kota Padang. Untuk itu, RT/RW harus mendata pendatang dan warga yang baru pulang dari perjalanan daerah zona merah untuk dilakukan tes swab di puskesmas terdekat,” ucapnya.

Ferimulyani meminta masyarakat yang telah melakukan tes swab, jangan melakukan aktivitas keluar rumah, sebelum hasil swab keluar.

Ia meminta masyarakat mentaati protokol kesehatan, yang bertujuan meningkatkan kewaspadaan diri atas penyebaran Covid-19 di Kota Padang.

“Walau PSBB telah berakhir, Covid-19 belum hilang. Saya meminta masyarakat selalu menjalankan protokol kesehatan yang bertujuan memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tutupnya. (dg/ktr)