Air Limbah Ikan Tebar Bau Busuk

Petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang memindahkan potongan kayu hanyut yang tersangkut di kubus apung, Selasa (2/9). Sebelumnya, kubus apung ini tidak berfungsi karena tiang besi penahanan tali kubus apung lepas akibat derasnya arus sungai. (Foto lepas: IST)

Masyarakat di Kelurahan Pasia Nantigo, Kecamatan Kototangah mengeluhkan bau tak sedap berasal dari air limbah pengolahan ikan di Sentra Perikanan Pasia Nantigo. Menurut mereka, kondisi tersebut sudah lama terjadi. Karena tidak ada pembuangan air limbah ikan permanen di Sentra Perikanan Pasia Nantigo menyebabkan air limbah itu terkumpul dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Salah satu warga sekitar, Sudi kepada Padang Ekspres, Rabu (2/9) mengatakan, kondisi ini dikeluhkan masyarakat seminggu terakhir. Khusus di RW 06 yang berada di dekat sentra perikanan air limbah ikan yang keluar dari tempat pengolahan ikan tersebut mengeluarkan bau yang tidak sedap. “Jadi yang kami keluhkan itu tentang buruknya analisis dampak lingkungan (amdal) yang berdampak terhadap lingkungan sekitar sentra perikanan tersebut,” ujarnya.

Sudi menyebutkan, terkait keluhan tersebut, masyarakat sebenarnya telah mengadu dan melaporkannya kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang agar mencarikan alternatif sehingga air limbah ikan tersebut tidak mencemari lingkungan tempat tinggal mereka.

“Yang kami harapkan itu agar Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang bisa membuat saluran pembuangan khusus agar air limbah ikan tersebut tidak terkumpul atau tergenang di got-got atau di lingkungan warga sekitar,” ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua RW 06 Kelurahan Pasia Nantigo, Kecamatan Kototangah, Tatang. Dia mengungkapkan, hampir seluruh masyarakat di RW 06 dan Pasia Nantigo mengeluhkan busuknya lingkungan sekitar sentra perikanan.

Kondisi tersebut disebabkan karena tidak adanya saluran atau pembuangan permanen pembuang air limbah ikan dari sentra perikanan itu. “Masyarakat telah banyak mengadukan kepada kami bahwa mereka sangat terganggu dengan bau busuk dari air limbah ikan itu,” ujarnya.

Baca Juga:  Perkuat Sistem Peringatan Dini

Tatang mengungkapkan, permasalahan itu sebenarnya telah dilaporkan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang, namun sampai saat ini belum ada solusi permanen.
“Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang sebenarnya pernah melakukan tindakan seperti penyemprotan cairan terhadap air limbah ikan agar tidak berbau, namun itu kan sifatnya hanya sementara,” jelasnya.

Lebih lanjut Tatang mengatakan, masyarakat Kelurahan Pasia Nantigo menginginkan agar Dinas Kelautan dan Perikanan membuat saluran pembuangan yang baik sehingga air limbah ikan itu tidak melebar ke lingkungan tempat tinggal mereka.

Terpisah Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang, Guswardi saat dihubungi Padang Ekspres mengatakan, sebenarnya permasalahan tersebut sudah lama terjadi dan dikeluhkan masyarakat.

Namun ia menyebutkan, Dinas Kelautan dan Perikanan telah melakukan tindakan dengan cara menempatkan mesin pompa untuk menghisap air limbah ikan itu. “Kami telah memasang mesin pompa penghisap di sana. Mesin pompa itu berfungsi untuk menghisap air limbah ikan yang dibuang dari sentra perikanan. Ya, namanya juga air ikan, pastinya ada sedikit berbau,” ujarnya.

Terkait permintaan masyarakat untuk pembuatan saluran pembuangan air limbah ikan, Guswardi menjelaskan, pihaknya sebenarnya telah merencanakan pembangunan saluran pembuangan itu.

“Tapi karena saat ini Kota Padang tengah dilanda pandemi Covid-19, makanya anggaran semuanya difokuskan untuk percepatan penanganan Covid-19. Anggaran pembangunan saluran pembuangan itu ada sekitar Rp 200 juta,” ujarnya.

Lebih lanjut Guswardi mengatakan, upaya untuk menyelesaikan masalah air limbah ikan dari sentra perikanan itu tetap menjadi prioritas bagi Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang. “Saat ini kami telah mendata dan memperkirakan dimana nantinya pembuatan saluran pembuangan air limbah ikan tersebut,” tukasnya. (a)