PTM 100 Persen Bisa Terancam, Sampel Swab Guru- Murid Dikirim ke Pusat

6
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang Habibul Fuadi.(NET)

Merebaknya kembali kasus Covid-19 yang mnginfeksi guru dan murid SDN 24 Ujunggurun dikhawatirkan bakal mempengaruhi pembelajaran tatap muka (PTM) yang saat ini sedang berjalan. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Habibul Fuadi kepada Padang Ekspres, Kamis (3/2).

Ia mengatakan, banyaknya sekolah yang terdampak Covid-19, tentu akan berpengaruh terhadap jalannya PTM 100 persen saat ini. Setiap sekolah yang terdampak virus Covid-19, akan diliburkan. Namun, untuk ke depannya PTM masih terus dilaksanakan.

“Melihat kondisi saat ini, tentu kita mengkhawatirkan hal-hal yang akan terjadi nantinya. Akan tetapi, untuk saat ini dan ke depannya kita masih akan tetap melaksanakan kegiatan PTM 100 persen,” ujarnya.

Meskipun begitu, Dinas Pendidikan akan terus melakukan pemantauan dan penyelidikan keadaan dan suasana di lapangan.

“Iya, tentu kita melakukan pemantauan dan penyelidikan di lapangan, kemudian menunggu arahan dari pimpinan terlebih dahulu. Baru nantinya kita bisa menindaklanjuti,” katanya.

Pertimbangan PTM tetap dilakukan, karena dinilai lebih bagus dibandingkan belajar secara online. Pendidikan anak-anak akan lebih baik jika PTM ini terus dilakukan.

“Seperti yang kita ketahui PTM ini sangat baik untuk pembelajaran siswa dibandingkan online membuat siswa sulit menangkap pelajaran sekolah,” sebut Habibul.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Agus Suardi Mundur, Putri: Tak Sesuai Hati Nurani Saya

Sementara itu, sampel hasil swab siswa dan guru yang diketahui positif Covid-19 dikirim ke pusat untuk diperiksa lebih lanjut.

Kepala Puskesmas Padangpasir, dr. Winanda mengatakan dikirimnya hasil swab tersebut ke pusat karena laboratorium di Kota Padang belum bisa membuktikan varian dari Covid-19 tersebut.

“Varian dari Covid-19 tersebut belum diketahui, harus kita kirim dulu ke pusat, baru bisa diketahui variannya,” ucapnya.

Sekretasis Dinas Kesehatan, Meilinda mengatakan varian Covid-19 yang menjangkiti guru dan muris SDN 24 Ujunggurun ini kemungkinan adalah varian Omicron.

“Untuk sampelnya ini kemungkinan besar adalah varian Omicron. Pemeriksaan ini merupakan pemeriksaan saliva yang dilakukan oleh pihak laboratorium Unand,” ungkapnya.

Ia menambahkan, apabila varian terbaru dari Covid 19 ini sudah muncul, biasanya varian lama yaitu varian Delta sudah tidak ada lagi. Hal ini yang menyebabkan penyebarannya cepat dan gejalanya pun tidak separah yang sebelumnya.

Pemeriksaan sampel swab ini masih pada tahap laboratorium Unand. Selanjutnya pihak laboratorium Unand akan melakukan pengiriman sampel untuk mengetahui kepastian varian Covid yang telah menyebar ke SDN 24 Ujunggurun tersebut. (cr5)